TANJUNGSARI, SABTU PON – Gubernur DIY Sri Sultan HB X, tahun 2017 menyerahkan bantuan Rp 750 juta pada petani garam di Pantai Sepanjang, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari. Pada panen garam 2018, Sabtu (24/11), Gubernur menyempatkan menengok hasil karya petani. Kualitas garam Gunungkidul dinyatakan di atas SNI.
Camat Tanjungsari, Rahmadian Wijayanto, menyatakan, bantuan Gubernur digunakan untuk memproduksi garam di Pantai Sepanjang, berlokasi di tanah Sultan Gound (SG) seluas 0,6 hektar. Garam dipruduksi di dalam petak ukuran 2×6, sejumlah 60 unit dilengkapi panel (penutup plastik).
Petani garam panen setiap 5-7 hari sekali tergantung cuaca. Sekali panen menghasilkan 1 Ton garam. Berdasarkan tes laboratorium, garam Pantai Sepanjang lebih bagus dari standar SNI karena prosesnya alami.
“Pemasaran masih di lingkungan wilayah Pantai. Ke depan akan dipasarkan ke luar, sementara belum ada ijin dari Dinas Perindustrian,” papar Camat Tanjungsari.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul mengatakan, saat gelombang tinggi garam tidak berwarna putih.
Dalam kunjungan sekilas, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X mengharapkan, organisasi dan management harus jelas. Soal pemasaran, menurut Gubernur, tergantung pada sistem management dan pengorganisasiannya.
“Pemerintah Gunungkidul harus profesional. Tdak boleh terjadi, ganti pejabat, ganti kebijakan. Produksi garam Sepanjang harus bisa berkembang dengan baik, punya pasar yang pasti,” harap Gubernur. (Joko)






