Gumbreg Adat Tradisi Leluhur Wujud Syukur Among Tani

4176

“Jadi hari ini hewan ternak seperti kambing, sapi, alat pertanian gathul, pacul, luku kita syukuri. Ibarat mesin ini ganti oli, dan harapannya kedepan para petani dalam mengolah tanahnya, alat-alat itu memberi keselamatan, selamat orangnya, dan hasil pertanian melimpah,” ungkap Heri Nugroho.

Senada dengan Heri Nugroho, Ketua Panitia pringatan adat Gumbregan Blimbing, Wakidi menjelaskan, Sanggar Omahku Wacana Tirtomoyo Dusun Blimbing, Desa Karangrejek setiap wuku Gumbreg melaksanakan adat tradisi Gumbregan.

Ngerumpi Seni Tradisional Hidup Segan Matipun Tak Mau

Gumbregan sebagai makna wujud syukur bahwa selama ini petani telah mendapat manfaat dari ternak peliharaannya baik tenaga ternak untuk membajak sawah maupun hasil rupiah ketika ternak dijual.

Selain itu Gumbregan juga memiliki makna permohonan agar ternak yang dipelihara para petani dapat beranak pinak (Jawa: Ngremboko).

“Seperti disampaikan tadi, ini juga sebagai ungkapan permohonan maaf kepada binatang ternak dari manusia. Kalau jaman dulu, petani membajak sawah dengan sapi, bila jalannya kurang cepat biasanya sapi dipecut menggunakan cemeti. Ini simbul bahwa ternak juga mahluk hidup maka manusia berdosa bila tidak minta maaf, ” ungkap Wakidi.

Dalam acara Gumbregan ini, panitia menyediakan seribu ketupat untuk dibagikan dan diperebutkan warga yang hadir. Ag




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.