WONOSARI, MINGGU PAHING – Permintaan kiriman air bersih angkanya mulai meningkat. Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul menyatakan, Bumi Handayani belum dalam status darurat kekeringan.
Melihat anggaran droping tahun ini baru sekitar Rp 250 juta, sementara total anggaran sekitar Rp 600 an juta. Anggaran untuk kecamatan yang terdampak kekeringan masih cukup, begitu juga bantuan dari pihak ketiga, tersedia cukup banyak.
“Untuk itu kami belum menetapkan tanggap darurat kekeringan” ucap Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, Minggu, (5/8).
Edy mengatakan, untuk wilayah yang mengalami kekeringan saat ini 54 desa yang berada di 11 kecamatan di Gunungkidul. Menurutnya, pendataan awal wilayah terdampak memang diambil skala luas.
“Soal wilayah terdampak kami ambil maksimal, sehingga kami bisa mengantisipasi sejak awal,” katanya.
Disampaikan pula, meski luasan wilayah tidak meningkat, tetapi hingga saat ini peta masyarakat terdampak mulai naik, dari 96.523 jiwa menjadi 116.216 jiwa.
Setiap hari BPBD Gunungkidul melakukan droping air dengan mengerahkan 6 unit armada tangki.
“Setiap hari, distribusi ditargetkan mampu menyalurkan 24 tangki masing-masing bermuatan 5 ribu liter air bersih,” tutupnya. (wp/ig)
GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…
GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…
YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…
GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…