HATI-hati banyak lembaga pelatihan yang menyebut diri sebagai relawan, padahal sesungguhnya lembaga tersebut melakukan perdagangan terselubung.
Saya sempat ngobrol panjang soal pelatihan ketrampilan bidang pertanian dengan salah satu lembaga asal Yogyakarta, tidak perlu saya sebut namanya.
Gerakan mereka cukup masif. Mereka datang ke kelompok dibayar, seolah sebagai lembaga profesional sementara ujung-ujungnya menawarkan paket bibit tanaman dengan dalih kemitraan.
Harga paket itu bervariasi. Ada yang 500 ribu hingga 1 juta rupiah tiap peserta. Personil lembaga tersebut memprospek petani yang sedang tergencet Covid-19.
Mereka bilang usaha yang ditawarkan itu adalah sangat prospektif tanpa menyebutkan peluang pasar.
Sebagian peserta hanya bisa melongo dan terkagum-kagum. Setelah itu peserta menyesal karena hasil pelatihan yang mereka terima tidak ada manfaatnya sama sekali.
Kegiatan lembaga berkedok pelatihan itu tidak terpantau oleh pemerintah sebab masuknya ke wilayah tertentu pada umumnya merupakan kehendak kelompok.
Sebelum jatuh banyak korban saya mengingatkan hati-hati dengan tawaran pelatihan yang tendensinya hanya memanfaatkan situasi. Mereka tidak lebih dari ahli hipnotis yang berpenampilan seperti ahli di bidang tertentu. (Bambang Wahyu Widayadi)






