Gunungkidul Melestarikan Karawitan Putri Di Bawah 40 Tahun

1812

WONOSARI-SELASA KLIWON | Festival Karawitan Putri 18 Kapanewon merupakan salah satu agenda hari ulang tahun kabupaten Gunungkidul yang ke-192.

“Pelaksanaan digelar dua hari berturut-turut tanggal 8 dan 9 Mei tahun 2023 di Auditorium Taman Budaya Gunungkidul,” kata Purnawan Widayatno, S.Sn. Kepala Seksi Pemeliharaan Seni, Dinas Kundha Kabudayan Gunungkidul, 8-5-2023.

Melalui laporan singkat, Pernawan menyebutkan bahwa khusus uang pembinaan untuk lima peserta terbaik mencapai Rp 45 juta.

“Itu diberikan kepada penyaji terbaik 1 Rp 10 juta. Berikutnya penyaji terbaik 2, 3, 4 dan 5, masing-masing 9, 8, 7, serta Rp 6 juta,” imbuhnya.

Ada pula insentif perseorangan meliputi waranggono terbaik, pengendang terbaik, penggender barung terbaik, pembonang Barung terbaik, serta penggambang terbaik, masing-masing Rp 500 ribu.

Untuk biaya operasional penyelenggaraan festival tidak dirinci secara detail.

“Yang jelas seluruh dana sumbernya APBD Kabupaten yang berasal dari Danais,” terang Purnawan.

Festival tahun 2023 peserta diwajibkan membawakan Ladrang Kenya Wibawa, Laras Slendro Pathet Sanga.

Sementara gendhing pilihan disediakan: 1. Lelagon Ngreksa Desa, 2. Lelagon Mbangun Kutha, dan 3. Lelagon Lestari Budayaku.

Tiga Dewan Juri yang dipercaya menilai penampilan para pengrawit adalan Ki Sadipan, Ki Manta Madya Susila serta Sri Wahyuningsih, pengajar karawitan SMKI Yogyakarta.

Hari pertama 8 Mei 2023 Festiwal diikuti oleh sembilan pengrawit putri di bawah 40 tahun yaitu: Kapanewon Nglipar, Ponjong, Rongkop, Semanu Patuk, Karangmojo Girisubo, Paliyan serta Wonosari. Kapanewon sisanya tampil pada 9 Mei 2023.

(Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.