EKONOMI

Gunungkidul Panen Perdana Kedelai, Diharapkan Membantu mengatasi defisit kedelai impor

PLAYEN-RABU WAGE | Petani di Kalurahan Bleberan, Playen, Gunungkidul memanen perdana hasil kedelai pada Selasa, (12/01/2021) kemarin. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul Bambang Wisnu Broto.

Bambang menyampaikan bahwa, kedelai yang dipanen ini adalah jenis unggul yang merupakan hasil silang antara kedelai Grobogan dan Malabar. Hasil silang dua jenis ini memunculkan varietas kedelai Dega-1.

“Varietas ini disebut memiliki masa tanam selama 70 hari hingga panen dan memiliki ukuran biji yang besar. Potensi hasil yang didapat pun bisa mencapai hingga 3,1 ton per hektare lahan,” katanya memberikan keterangan pada Rabu (13/01/2021) siang ini.

Bambang berharap hasil kedelai lokal setidaknya bisa membantu mengatasi defisit kedelai impor. Sebab saat ini harga kedelai impor sedang tinggi dan langka untuk jenis-jenis tertentu. Upaya ini sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo. Saat rapat kerja nasional (Rakernas) 11 Januari lalu, Presiden menginstruksikan Kementerian Pertanian (Kementan) mengatasi ketergantungan bahan pangan impor.

“Kami berupaya menggalakkan penanaman kedelai saat di musim hujan dan di musim kemarau,” jelasnya.

Adapun komoditas pangan yang sampai saat ini masih dikuasai impor adalah bawang putih, daging sapi, gula, jagung, dan termasuk kedelai. Kementan pun diminta mengarahkan daerah untuk mengatasinya.

“Kedelai ini masih jadi permasalahan pangan utama di Indonesia sehingga harus diatasi dengan persediaan dalam negeri,” kata Bambang.

Sementara, Kasi Produksi Tanaman Pangan DPP Gunungkidul, Adinoto mengatakan secara keseluruhan ada lahan seluas 142 hektare yang ditanami kedelai. Luasan itu untuk musim tanam pertama. Selanjutnya di musim kedua direncanakan lahan seluas 3 ribu hektare akan ditanami kedelai. Adapun bibit berasal dari bantuan pemerintah serta pertanaman swadaya masyarakat.

“Targetnya di 2021 ini Kabupaten Gunungkidul bisa menghasilkan sebanyak 5 ribu ton kedelai,” ujar Adinoto. (Hery)

infogunungkidul

Recent Posts

Kecelakaan Beruntun, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…

3 hari ago

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

2 minggu ago

28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…

2 minggu ago

“Adu Banteng” Vario Vs Supra dua Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

3 minggu ago

Gorok Leher Sendiri, Pria Asal Gunungkidul Ditemukan Tewas

SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…

3 minggu ago

Waspada! Diduga Ulah Maling, 3 Warga Nglipar Kehilangan Emas dan Uang Tunai

GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…

3 minggu ago