Gunungkidul Panen Perdana Kedelai, Diharapkan Membantu mengatasi defisit kedelai impor

99

PLAYEN-RABU WAGE | Petani di Kalurahan Bleberan, Playen, Gunungkidul memanen perdana hasil kedelai pada Selasa, (12/01/2021) kemarin. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul Bambang Wisnu Broto.

Bambang menyampaikan bahwa, kedelai yang dipanen ini adalah jenis unggul yang merupakan hasil silang antara kedelai Grobogan dan Malabar. Hasil silang dua jenis ini memunculkan varietas kedelai Dega-1.

“Varietas ini disebut memiliki masa tanam selama 70 hari hingga panen dan memiliki ukuran biji yang besar. Potensi hasil yang didapat pun bisa mencapai hingga 3,1 ton per hektare lahan,” katanya memberikan keterangan pada Rabu (13/01/2021) siang ini.

Bambang berharap hasil kedelai lokal setidaknya bisa membantu mengatasi defisit kedelai impor. Sebab saat ini harga kedelai impor sedang tinggi dan langka untuk jenis-jenis tertentu. Upaya ini sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo. Saat rapat kerja nasional (Rakernas) 11 Januari lalu, Presiden menginstruksikan Kementerian Pertanian (Kementan) mengatasi ketergantungan bahan pangan impor.

“Kami berupaya menggalakkan penanaman kedelai saat di musim hujan dan di musim kemarau,” jelasnya.

Adapun komoditas pangan yang sampai saat ini masih dikuasai impor adalah bawang putih, daging sapi, gula, jagung, dan termasuk kedelai. Kementan pun diminta mengarahkan daerah untuk mengatasinya.

“Kedelai ini masih jadi permasalahan pangan utama di Indonesia sehingga harus diatasi dengan persediaan dalam negeri,” kata Bambang.

Sementara, Kasi Produksi Tanaman Pangan DPP Gunungkidul, Adinoto mengatakan secara keseluruhan ada lahan seluas 142 hektare yang ditanami kedelai. Luasan itu untuk musim tanam pertama. Selanjutnya di musim kedua direncanakan lahan seluas 3 ribu hektare akan ditanami kedelai. Adapun bibit berasal dari bantuan pemerintah serta pertanaman swadaya masyarakat.

“Targetnya di 2021 ini Kabupaten Gunungkidul bisa menghasilkan sebanyak 5 ribu ton kedelai,” ujar Adinoto. (Hery)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.