Gunungkidul: Pendidikan Vokasional Ambil Alih Posisi Sekolah Umum

141

WONOSARI, Selasa Wage – Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kemendidikbud, semakin berkonsentrasi pada pendidikan vokasional (kejuruan ful orientasi keahlian dan ketrampilan). Pemkab Gunungkidul, melalui Disdikpora telah merintis hal itu, sejak 12 tahun silam. Hasilnya cukup mengejutkan.

Bahron Rosyid, Sekretaris Dinas Dikpora Gunungkidul menyatakan, sekitar tahun 2000 hingga 2004 warga Gunungkidul masih merasakan, bahwa SMA lebih prospektif  dibanding  SMK.

Tahun 2005, Disdikpora mempunyai kebijakan, mendorong masyarakat agar menyekolahkan anak ke sekolah kejuruan (sekolah vokasional).

“Kala itu (2000-2004), minat masyarakat masih dalam posisi 60% SMA, 40%, SMK” kata Bahron Rasyid, di ruang kerjanya, 18/17/17.

Tahun 2017, komposisi berbalik melebihi target. Bahron menyebut angka, 72% memilih SMK, sementara 28% berminat ke SMA.

Pendidikan vokasiolal, menurut Bahron, bertujuan menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki keahlian dalam menerapkan, mengembangkan, serta menyebarluaskan teknologi dan/ atau kesenian.

Bahron menegaskan, pendidikan vokasional lebih mengutamakan mata pelajaran ketrampilan dan keahlian, ketimbang teori.

Menyinggung soal vokasi yang paling dominan di jenjang SMK Bahron memaparkan, otomotif, disusul elektro. Sementara untuk SMP dan SD adalah membatik.

 

Reporter : Maretha




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.