WONOSARI, Selasa Wage – Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kemendidikbud, semakin berkonsentrasi pada pendidikan vokasional (kejuruan ful orientasi keahlian dan ketrampilan). Pemkab Gunungkidul, melalui Disdikpora telah merintis hal itu, sejak 12 tahun silam. Hasilnya cukup mengejutkan.
Bahron Rosyid, Sekretaris Dinas Dikpora Gunungkidul menyatakan, sekitar tahun 2000 hingga 2004 warga Gunungkidul masih merasakan, bahwa SMA lebih prospektif dibanding SMK.
Tahun 2005, Disdikpora mempunyai kebijakan, mendorong masyarakat agar menyekolahkan anak ke sekolah kejuruan (sekolah vokasional).
“Kala itu (2000-2004), minat masyarakat masih dalam posisi 60% SMA, 40%, SMK” kata Bahron Rasyid, di ruang kerjanya, 18/17/17.
Tahun 2017, komposisi berbalik melebihi target. Bahron menyebut angka, 72% memilih SMK, sementara 28% berminat ke SMA.
Pendidikan vokasiolal, menurut Bahron, bertujuan menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki keahlian dalam menerapkan, mengembangkan, serta menyebarluaskan teknologi dan/ atau kesenian.
Bahron menegaskan, pendidikan vokasional lebih mengutamakan mata pelajaran ketrampilan dan keahlian, ketimbang teori.
Menyinggung soal vokasi yang paling dominan di jenjang SMK Bahron memaparkan, otomotif, disusul elektro. Sementara untuk SMP dan SD adalah membatik.
Reporter : Maretha
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…
GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…
GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON. Upacara adat tradisi pembukaan Cupu Kyai Panjala dilaksankan pada hari ini,…
GUNUNGKIDUL - MINGGU PON, Beberapa agenda kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196 terlaksana dengan…
GUNUNGKIDUL - JUM'AT LEGI, Ritual adat pembukaan Cupu Kyai Panjala di Padukuhan Mendak, Kalurahan Girisekar,…