OPINI

GUNUNGKIDUL: SATRIA BINELAH, DRAMA POLITIK 2024

WONOSARI-SENIN PAHING | Masyarakat Jawa begitu akrab dengan istilah wiji ratu. Menurut beberapa pengamat, ini adalah pengaruh kebudayaan Hindu.

Pengaruh dari mana dan dari apa pun tidak jadi masalah, karena manusia pada dasarnya menjalani proses perjalanan dan pergaulan hidup.

Dalam kisah kepahlawanan Barata Yudha, Raden Abimanyu dikenal sebagai wiji ratu, karena putra Raden Arjuna itulah yang kuat menduduki dampar kencana peninggalan Begawan Palasara.

Raden Parikesit keturunan Abimanyu adalah penerus trah satria Pandawa, usai perang besar di Tegal Kuru antara darah Pandawa melawan Kurawa.

Dalam dunia nyata, warga Gunungkidul sepertinya juga meyakini adanya wiji ratu (bupati) tersebut, atau setidaknya digiring ke arah lokasi wiji ratu alias wiji bupati.

Stigma wiji bupati sengaja diciptakan masyarakat hanya di antara dua Kapanewon yakni Ponjong serta Nglipar.

Calon Bupati dan Wakil Bupati 2021-2024 dalam pilkada 2020 tempo hari, Sunaryanta (dari Nglipar) dan Heri Susanto (dari Ponjong), saat dilaksanakan pilkada, dua orang wiji ratu itulah yang faktanya memenangkan kompetisi.

Wiji Ratu dalam khasanah politik tidak dikenal, atau tidak bisa dijelaskan secara ilmiah, tetapi dari sisi kebatinan hal itu nyata terjadi.

Betapa seru pertandingan empat pasang calon tahun 2020 kala itu, bahwa dengan berbagai cara dan upaya, lokasi wiji ratu ada di pihak pemenang yang saat ini berkuasa.

Tiga tahun berkuasa Sunaryanta dan Heri Susanto kabarnya ingin mengulang kompetisi, karena satuan waktu yang dijalani untuk melakukan perubahan di pemerintahan terlalu pendek.

Secara batiniah sepanjang mereka berdua maju, siapa pun rivalnya bakal banyak menghadapi kendala. Tetapi beda halnya jika Sunaryanta berpisah dengan Heri Susanto, lokasi wiji ratu otomatis terbelah.

Kalau itu sempat terjadi, seorang Cenayang menyebutkan bahwa bakal terjadi peristiwa Satria Binelah. Artinya Sunaryanta akan kalah pada kompetisi Pilkada untuk yang kedua kalinya, meski mengeluarkan ongkos politik besar.

Peristiwa serupa pernah terjadi ketika Suharto berpisah dengan Hj. Badingah dalam Pilkada 2010-2015.

Penerawangan mata batin Cenayang itulah yang kemudian mengilhami munculnya artikel pendek bertajuk Satria Binelah.

Tentang kekalahan Sunaryanta karena berpisah dengan Heri Susanto sesungguhnya tidak begitu penting. Alasannya, semua itu bisa saja terjadi dan tidak terjadi, Allahu a’lam bishowab.

Satria Binelah merupakan manifestasi demokrasi warga Gunungkidul dalam Pilkada Rabu Pon 14 Februari 2024.

Artinya begini, warga Gunungkidul perlu membuat penilaian cerdas dalam menterjemahkan hasil karya Satria Sunaryanta dan Satria Heri Susanto dalam masa tiga tahun menjalankan pemerintahan.

Sepanjang warga Gunungkidul salah menilai, kemudian terperangkap dalam bujuk rayu duit Rp 100, hingg Rp 300 ribu, maka Bumi Handayani akan menjadi dagangan demokrasi super murah.

Dan Mitos Wiji Ratu itu pun akan menjadi dagangan tak bermakna. (Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Darurat Gandir, Dalam Sehari Dua Gantung Diri Terjadi di Gunungkidul

GUNUNGKIDUL - JUMAT KLIWON, Dua warga di Kabupaten Gunungkidul dilaporkan meninggal dunia akibat gantung diri…

1 hari ago

Menolak Diajak Pulang Istri, Seorang Petani di Gunungkidul Gantung Diri di Gubuk

GUNUNGKIDUL – JUMAT KLIWON, Warga Dusun Nglaos, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul digegerkan dengan…

1 hari ago

Korsleting Saat Service Mesin, Satu Unit Mobil Sedan dan Garasi Hangus Terbakar

GUNUNGKIDUL - KAMIS PAHING, Satu unit kendaraan roda empat jenis sedan di Padukuhan Ngunut Tengah…

1 minggu ago

Sopir Baru Pertama Kali Melintas, Truk Bermuatan 9 Ton Gaplek Terguling di Bokong Semar

BANTUL - KAMIS PAHING, Sebuah truk Mitsubishi Colt Diesel bermuatan sekitar sembilan ton gaplek mengalami…

1 minggu ago

Wakil Bupati Joko Parwoto Dipercaya Nahkodai TMI Gunungkidul

GUNUNGKIDUL - SABTU PAHING, Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 464/SK-DPN/TANIMERDEKA/VI/2026 tertanggal 22 Juni 2026, Wakil…

2 minggu ago

Polda DIY Resmikan Bantuan Sumur Bor dan Salurkan Air Bersih untuk Ratusan Warga Gunungkidul Sambut Hari Bhayangkara ke-80

GUNUNGKIDUL – JUMAT WAGE, Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Daerah (POLDA) Istimewa Yogyakarta (DIY) menghadirkan…

3 minggu ago