OPINI

GUNUNGKIDUL SEDANG DITELANJANGI

Oleh: Slamet, S.Pd. MM

 

 

GUNUNGKIDUL digadang menjadi tujuan wisata terkemuka Nusantara. Kini tercoreng akibat ulah sejumlah oknum.

Gunungkidul yang ijo royo-royo, terkenal keindahan alamnya, karena beragam budaya, beraneka macam kuliner, sopan santun orangnya, menarik jutaan orang untuk berkunjung.

Gunungkidul tak lagi ramah terhadap wisatawan, Gunungkidul kini tak lagi mampu menyembunyikan kekurangan yang dimilikinya, akibat kerakusan orang yang mengejar keuntungan pribadi.

Viralnya video TikTok tentang keluhan pengunjung di salah satu obyek wisata di Gunungkidul semakin menelanjangi keburukan yang tersimpan, karena salah urus yang selama ini dimaklumi dan ditutupi oleh penguasa.

Pariwisata yang digadang-gadang menjadi sumber kekayaan Gunungkidul dituthuk oleh oknum nakal yang mempermainkan harga dan layanan. Oknum itu banyak dan dipelihara dari masa ke masa.

Kehadiran wisatawan dijadikan mesin pencetak uang bagi masyarakat, dan pengelola wisata. Mahalnya tarif parkir, mahalnya harga makanan, jeleknya jalan menuju obyek wisata, pembayaran retribusi ganda, pungutan liar, joki, jalan masuk obyek wisata diportal pengusaha, akhir-akhir ini menjadi keluhan wisatawan, di media sosial.

Sampai kapankah oknum nakal tersebut harus dibiarkan meraja lela?. Mengapa pemerintah daerah tak berdaya  jika berhadapan pengusaha berduit?. Akankah pariwisata Gunungkidul semakin hancur masa depannya?

Pembiaran terhadap maraknya tempat usaha yang belum berijin menjadi bukti tidak berdayanya Pemerintah Daerah.

Apa sebenarnya yang diperoleh Pemda, Alih-alih membantu PAD Pemda, yang ada malah memanfaatkan niat baik Pemda dan membuat masalah.

Pemda harus bersusah payah membangun fasilitas, sementara pengusaha dengan rakusnya mengeruk uang rakyat, Pemda tak mungkin menarik pajak dari usaha tak berijin (ilegal)

Kondisi saat ini juga tak terlepas dari kebijakan pemerintahan sebelumnya yang salah urus, sehingga menjadi beban pemerintahan saat ini.

Untuk itu sebagai warga masyarakat, kami sangat berharap agar ada ketegasan dari para pemangku kepentingan yang sedang diberi amanah untuk mengurus daerah ini, sebelum semuanya terlambat.

Gunungkidul itu bukan kebun kosong. Penjaganya Eksekutif dan Legeslatif. Masak seperti ini?

 

*) Slamet, S.Pd. MM, Mantan anggota DPRD DIY.
infogunungkidul

Recent Posts

Belasan Rumah Dinas Brimob Polda DIY Dibangun di Gunungkidul

GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, SEBANYAK 18 unit rumah dinas Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda…

18 jam ago

Viral Kasus Bolosego, Oknum Polisi Dipatsus

YOGYAKARTA - SELASA PAHING, Aipda S  seorang oknum anggota polisi Polsek Kraton menjalani pemeriksaan Propram…

1 hari ago

Hari Jadi Karangasem, Puluhan UMKM Gelar Bazar

GUNUNGKIDUL - KAMIS PAHING, Hari Jadi Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan yang ke-93 menggelar bazar UMKM,…

6 hari ago

Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Gunungkidul

GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON, GEMPA bumi dengan kekuatan Magnitudo 3,0 mengguncang Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah…

1 minggu ago

Pertamina Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga 2026 PT

PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…

2 minggu ago

Tabrak Honda Beat, Seorang Pelajar Meninggal Dunia di TKP

GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

3 minggu ago