GUNUNGKIDUL-KAMIS LEGI | Suharjo, SE Anggota Komisi C DPRD Gunungkidul mencatat, berdasarkan data existing aspek pelayanan air bersih di Gunungkidul sebesar 80,4%. Itu yang melalui SPAM Jaringan Perpipaan maupun SPAM Bukan Jaringan Perpipaan. Persoalan sanitasi terkait pelayanan air limbah dan persampahan, terdapat 7 unit IPAL dan 40 Komunal Perpipaan.
“Ketercapaian pelayanan air bersih 80,4% itupun baru dari aspek kuantitas dan keterjangkauan. Kalau dilihat dari aspek kualitas dan Kontinuitas, tentu angkanya di bawah itu”, ujar Politisi Partai Amanat Nasional Gunungkidul, 15-4-2021.
Pemerintah Pusat menurut Suharjo punya program ‘Universal Access’ dengan target 100 % pelayanan air bersih, 0% kawasan kumuh dan 100% sanitasi, yang populer dengan program 100-0-100.
“Artinya bahwa di Gunungkidul, masalah pelayanan air bersih dan sanitasi masih menjadi pekerjaan rumah yang berat,” tegas politisi PAN yang tinggal di Gedangsari ini.
Persoalan kawasan kumuh di Gunungkidul berdasarkan data ada sekitar 160,4 ha yang berada di 13 lokasi. Sebagai upaya percepatan universal access.
Terkait penyediaan air minum dan sanitasi, Pemerintah memang telah menerbitkan Peraturan Bupati nomor 11 tahun 2019 tentang Rencana Aksi Daerah Penyediaan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 2019-2021 yang lebih dikenal dengan RAD AMPL Gunungkidul 2019-2021.
Tetapi di luar persoalan air bersih dan sanitasi ada persoalan permukiman kumuh. Tentu uni memunculkan pertanyaan besar pula.
“Terkait dengan persoalan itu, tentu pada saatnya akan saya tanyakan dan mintakan penjelasan pada OPD terkait,” kata Suharjo.
Seperti apa arah strategi dan kebijakan yang diambil, seberapa besar pagu pendanaannya, tentu akan didorong dan disupport, agar dapat lebih cepat persoalan tersebut diatasi.
Masih ditambah persoalan pengelolaan volume sampah di Gunungkidul sebesar 34.872 ton baru tertangani sebesar 13.910 ton atau setara 40-an %. Sementara fasilitas yang tersedia berupa tempat pengelolaan akhir sampah 1 unit dan beberapa TPS 3R plus sekitar 70 bank sampah aktif. (Bambang Wahyu Widayadi)













