Hampir Bersamaan, Satu Perahu Nelayan Terbalik Satu Lainnya Karam

125

GIRISUBO-RABU WAGE | Perahu nelayan Si Kakap 04 mengalami insiden kecelakaan terbalik di Tebing Bubukan, Kalurahan Songbanyu, Kapanewon Girisubo, Rabu, (24/11/2021) pukul 07.00 WIB. Sementara itu di lokasi terpisah, perahu Maju Jaya di Tebing Turi, Kalurahan Tileng, Kapanewon Girisubo, mengalami karam akibat diterjang gelombang laut sekitar pukul 06.00 WIB.

Diketahui, perahu nahas tersebut terbalik, ketika tiga nelayan penumpang perahu sedang melakukan aktifitas menarik jaring Lobster berlokasi tidak jauh dari kawasan dermaga Pantai Sedeng, Kabupaten Gunungkidul.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah 1 Gunungkidul, Sunu Handoko menjelaskan, pukul 06.00 WIB perahu Si Kakap 04 berangkat dari dermaga pantai Sadeng untuk melakukan aktifitas menarik jaring Lobster. Pada saat menarik jaring, tepatnya di tebing Bubukan, karena terlalu minggir maka perahu dihantam ombak sehingga kapal terbalik.

Lebih lanjut Sunu menyampaikan, tiga korban nelayan yang berada di perahu Si Kakap 04 yakni, Anton (41) Tekong asal Cilacap, Jawa Tengah mengalami patah tulang hidung, Ristianto (35) warga Pakel Kopek, Kalurahan Pucung, Kapanewon Girisubo kondisi selamat dan Zaenal Arifin (41) asal Wonosobo, Jawa Tengah kondisi selamat.

“Setelah menerima laporan anggota SAR bersama beberapa nelayan langsung menuju TKP dan terlihat perahu masih dalam kondisi terbalik tengkurap. Perahu dan nelayannya berhasil di evakuasi ke dermaga Pantai Sadeng. Tidak ada korban jiwa namun satu nelayan mengalami patah tulang di hidung dilarikan ke Puskesmas Girisubo,” jelas Sunu Handoko.

Sunu menambahkan, pada hari yang sama, peristiwa laka laut juga terjadi di Tebing Turi, Kalurahan Tileng, Kapanewon Girisubo, perahu nelayan Maju Jaya mengalami karam akibat diterjang gelombang laut.

Sebelum peristiwa perahu karam, pada pukul 05.00 WIB, perahu Maju Jaya keluar dari dermaga Pantai Sadeng untuk melakukan aktifitas menarik jaring Lobster.

Dikarenakan posisi perahu terlalu ke pinggir, maka pada saat menarik jaring nelayan tidak menyadari datang gelombang laut tinggi.

“Gelombang laut menerjang perahu mengakibatkan perahu mati mesin dan penuh dengan air atau karam,” ungkap Sunu.

Adapun nelayan penumpang perahu Maju Jaya yakni, Samun (38) sebagai Tekong, Dedek (27), Sholeh Riyadi (31) dan Sarijo (45) semua berasal dari asal Kampung Laut, Karanganyar, Cilacap, Jawa Tengah.

Setelah anggota SAR menerima laporan, bersama beberapa nelayan menuju TKP dan terlihat perahu masih dalam kondisi terombang ambing di lautan dan semakin menepi.

Melihat kejadian tersebut tim SAR segera melakukan pertolongan dengan menguras air dari dalam perahu dan melakukan evakuasi menarik perahu menuju dermaga Pantai Sadeng.

“Perahu dan nelayannya berhasil di evakuasi ke dermaga Pantai Sadeng dengan selamat. Untuk kerugian materi nihil,” tutup Sunu Handoko. (Agus SW)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.