HUKUM & KRIMINAL

Handphone Dicuri, Pelajar Pasangan Tunanetra Kesulitan Untuk BDR

PLAYEN – JUMAT WAGE | Ishma Tukha (13) pelajar kelas 8 MTS N 4 Wonosari kalut, lantaran ponsel satu-satunya yang ia miliki hilang diambil oleh dua orang tamu yang datang ke rumahnya pada Rabu, (20/08/2020) malam.

Diketahui telepon genggam tersebut sangat berguna bagi Tukha mengingat untuk mengerjakan tugas sekolah ia dan adiknya saat ini sangat tergantung dengan HP.

Untuk membeli ponsel lagi, terasa berat baginya, sehingga gadis belia warga Padukuhan Siyono Wetan, Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen ini bingung.

Ishma mengaku kasihan dengan kedua orangtuanya jika harus meminta uang untuk membeli handphone lagi.

Selain penyandang tuna netra sejak lahir, saat ini kedua orang tua merasakan beban berat akibat pandemi corona.

Saat ini untuk bertahan hidup mereka hanya mengandalkan penghasilan dari memijat.

“Kasihan bapak sama mamak. Tidak tahu nanti bagaimana kalo harus mengerjakan tugas sekolah,” ujar Ishma pada Jum’at, (21/8/2020) siang.

Ia menceritakan, ponselnya diambil oleh kedua orang yang mengaku pasangan suami istri. Umur pelaku diperkirakan seumuran orangtuanya.

Ishma menjelaskan, kedua orang tersebut datang malam 1 Suro, sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat datang pelaku menawarkan Ismha untuk menjadi seorang model rias dengan janji akan diberikan uang saku yang cukup menggiurkan.

Merasa akan mendapat bayaran yang lumayan, tanpa pikir panjang, gadis belia belasan tahun tersebut langsung menyetujui dan diminta mencari satu model lagi.

“Saya dijanjikan uang tambahan untuk mendapatkan satu model lagi. Nanti saya akan diberi uang Rp 300 ribu,” tuturnya.

Ishma menambahkan, alasan pelaku butuh dua model untuk dimakeup sekaligus.

Tanpa pikir panjang, Ishma meninggalkan orang tak dikenal tersebut bersama kedua orangtuanya. Ishma kemudian pergi menemui temannya.

Sesampainya di rumah, pelaku sudah tidak ada di tempat. Ia langsung mencari ke setiap sudut rumah hingga seputaran kampung tempat tinggalnya, namun orang tersebut tidak ada. Merasa curiga Ia lantas meneliti semua barang di rumahnya.

Kecurigaannya terbukti, ponsel Samsung J4 miliknya sudah tidak ada di tempat semula.

Saat kejadian kedua orangtua Ishma berada di rumah, namun lantaran kondisi kedua orangtuanya tuna netra justru dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya.

Usai kehilangan ponsel, ia tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk Ia dan adiknya, walaupun saat ini masih ada satu ponsel milik kedua orangtuanya, namun tehnologi belum mendukung jika harus digunakan mengerjakan tugasnya dari sekolah.

“Pasrah saja. Ndak tahu nanti,” tuturnya.

Terpisah, Kapolsek Playen AKP Hajar Wahyudi mengkonfirmasi kebenaran atas peristiwa tersebut, pihaknya telah melakukan penyelidikan dengan mendatangi TKP dan mengumpulkan bukti dan saksi yang kemungkinan mengetahui peristiwa tersebut.

“Seusai kejadian anggota kemudian mendatangi lokasi untuk penanganan,” tutur Kapolsek. (HerY)

infogunungkidul

Recent Posts

Polda DIY Resmikan Bantuan Sumur Bor dan Salurkan Air Bersih untuk Ratusan Warga Gunungkidul Sambut Hari Bhayangkara ke-80

GUNUNGKIDUL – JUMAT WAGE, Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Daerah (POLDA) Istimewa Yogyakarta (DIY) menghadirkan…

5 jam ago

Diduga Terpeleset di Jembatan Bambu, Seorang Lansia Ditemukan Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL - RABU PAHING, AS (81) seorang lansia warga Padukuhan Manggung, Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari,…

2 hari ago

Polres Gunungkidul akan Usut Tuntas Kasus Dugaan Penganiayaan Brutal Terhadap Seorang Remaja di Wonosari

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang tergolong brutal bahkan sadis terhadap…

1 minggu ago

Remaja di Gunungkidul Dikeroyok, Disiram Miras, Luka Dilumuri Garam

WONOSARI – RABU KLIWON, Seorang remaja di Gunungkidul, menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan brutal oleh…

1 minggu ago

Kliwon Ditemukan Selamat di Hutan Sanglor

GUNUNGKIDUL - SABTU LEGI , SEORANG Lansia berhasil ditemukan tim SAR Gabungan dengan selamat setelah…

2 minggu ago

Seorang Pria ODGJ Ditemukan Gantung Diri

GUNUNGKIDUL — RABU PON, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) warga Kalurahan Katongan, Kapanewon Nglipar, Kabupaten…

2 minggu ago