Hasil Panen Mencapai 7 Ton per Hektar, Padi Jenis Pepe Paling Menonjol

242

KARANGMOJO-JUMAT PON | Panen padi di Padukuhan Gelaran, Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo pada Kamis (08/10/2020) menghasilkan 7 ton per hektare.

Didampingi Kepala DPP Kabupaten Gunungkidul Bambang Wisnu Broto, Bupati Gunungkidul Badingah S.sos mengikuti panen padi secara simbolis.

Sutarno salah satu anggota Kelompok Tani (Poktan) Sari Bumi Gelaran menagatakan, pada musim tanam ketiga ini, hasil yang telah dipanen mencapai sekitar 7 ton per hektare. Dengan luas lahan yang dipanen mencapai 42 hektare, petani mendapat keuntungan 30 persen.

“Panen kali ini hasilnya jauh meningkat dibanding musim tanam pertama dan kedua. Padahal musim tanam ketiga ini berlangsung pada saat musim kemarau,” kata Sutarno pada sejumlah awak media.

Empat jenis padi yang dipanen, diungkapkan Sutarno, yaitu Inpari 7, Sunggal, Pepe, dan Ciherang. Tarno mengatakan hasil panen paling menonjol yakni jenis Pepe.

“Totalnya ada 39 petani dalam Poktan Sari Bumi ini,” ucapnya.

Sementara, Kepala DPP Kabupaten Gunungkidul Bambang Wisnu Broto mengatakan, bahwa lahan milik Poktan Sari Bumi seluas 406 hektare masih melakukan penanaman saat ini.

Meski demikian, Bambang menyebut Bejiharjo menjadi salah satu wilayah yang mampu melaksanakan panen hingga 3 kali dalam setahun.

“Panen 3 kali setahun ini rutin dilakukan di wilayah tersebut,” ujar Bambang.

Dengan hasil panen yang cukup memuaskan kali ini, Bupati Kabupaten Gunungkidul Badingah S.sos mengimbau agar para petani mempertahankan dan sekaligus meningkatkan kinerja tersebut.

Badingah berpendapat, para petani telah turut mendukung ketahanan pangan di Gunungkidul dan DIY. Selain itu, Ia menegaskan, program peningkatan produksi pertanian sudah menjadi prioritas utama pemerintahannya.

“Mengembangkan pertanian ini sangat penting juga untuk kesejahteraan petani,” ucap Badingah. (Hery)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.