Hujan Dua Hari, Selamatkan Petani di Gunungkidul

334

TANJUNGSARI-Sabtu Pahing | Perubahan Iklim Super El Nino yaitu hujan bergeser, mempengarui perubahan musim yang berdampak pada pertanian di Kabupaten Gunungkidul, Jumat (5/1/2024).

Seperti kita ketahui bahwa petani di Kabupaten Gunungkidul khususnya, terbiasa dengan sistem budidaya Ngawu-awu. Dimana benih padi khususnya ditanam sebelum musim penghujan tiba.

Hal tersebut dilakukan dengan harapan menghemat air untuk bercocok tanam pada musim berikutnya serta kecukupan tenaga kerja masing-masing untuk olah lahan dan tebar benih.

Namun pada tahun 2023 kali ini, perubahan iklim Super El Nino memberikan dampak pada sistim pertanian yang dilakukan oleh petani di Gunungkidul.

Super El Nino yaitu hujan bergeser ke bulan Januari 2024. Hal ini tentu memberikan dampak yang dapat mempengaruhi pada pertanaman/ tanaman yang terlanjur tumbuh, akan megalami kekeringan.

Berdasarkan Laporan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul luasan tanam padi dan jagung serta kedele hingga 31 Desember 2023 tercatat 11.569 Ha. Sementara luas tanam padi, 9.774 Ha dan luas tanam jagung serta kedele mencapai kisaran 4 Ha.

Namun dengan adanya curah hujan pada bulan Januari yang jatuh pada tanggal 3, 4, dan 5 Januari 2024, memberikan harapan tumbuhnya kembali pertanaman yang ada.

Seperti halnya yang dialami oleh Tukini warga Dayakan 2, Kemiri, Tanjungsari. Dengan turunya hujan kali ini Ia mulai matun atau membersihkan rumput pada lahan padi miliknya (menyiangi:RED).

“Alhamdullilah disini hujan sudah 2 hari ini, Rabu dan Kamis sehingga dapat menyelamatkan tanaman kami. Awalnya sudah menguning, saya sudah pasrah tetapi dengan hujan 2 hari ini ternyata tanaman padi kembali menghijau,” ungkap Tukini penuh harapan.

Senada dengan Tukini, Wahyudi Koordinator PPL di BPP Tanjungsari menjelaskan bahwa Tanjungsari sudah hujan 2 hari yaitu Rabu dan Kamis dengan curah hujan 40 mm hingga 16 mm.

“Harapannya hujan dapat terus turun dan petani dapat panen nantinya meski musim tanamnya mundur, diperkirakan Maret 2024 akan panen nantinya,” ucap Wahyudi.

Terpisah, dijelaskan Kepala DPP Rismiyadi, SP.,MSi, berdasar laporan lapangan hujan pada dua hari lalu merata hampir di seluruh wilayah Kabupaten Gunungkidul.

Dengan demikian, pihaknya menghimbau, untuk masyarakat yang saat ini belum melakukan masa tanam, untuk segera melakukan penanaman musim tanam pertama.

“Kami telah melakukan monitoring, sebelumnya memang ada pertanaman yang terlanjur tumbuh mengalami kekeringan dengan intensitas ringan hingga berat, namun dengan hujan yang turun pada dua hari ini dan hari selanjutnya, semoga pertanaman pulih kembali dan tetap bisa panen nantinya,” pungkas Rismiyadi.

(Nhs)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.