RONGKOP, SABTU PAHING – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berusaha menekan kasus Penyakit Tidak Menular (PTM) yang menimpa masyarakat, dengan menggalakkan gerakan masyarakat hidup sehat. Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengatakan, di Gunungkidul kasus penyakit tidak menular cenderung meningkat.
“Untuk itu perlu adanya gerakan masyarakat hidup sehat,” kata Immawan pada Deklarasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Desa Karangwuni, Kecamatan Rongkop, Jumat (24/08).
Immawan berharap, gerakan hidup sehat pasti akan direspon positif oleh masyarakat. Sayaratnya perlu kerjasama antar elemen masyarakat.
“Hidup sehat, akan menaikkan derajat kemanusiaan, juga meningkatkan usia harapan hidup warga Gunungkidul,” ujarnya.
Kepala Bidang P2P Dinkes Gunungkidul, dr. Dewi Anggraeni membenarkan jika saat ini jumlah kasus penyakit tidak menular cukup tinggi. Jumlahnya lebih banyak dibanding penyakit menular.
“Penyakit tidak menular yang paling banyak diderita masyarakat Gunungkidul diantarnya hipertensi dan diabetes melitus,” kata Dewi.
Berdasarkan data Dinkes Gunungkidul 2017 tingkat prevalensi beberapa penyakit tidak menular tertinggi hipertensi 25,7%, stroke 16,9%, diabetes melitus 3,0%, jantung koroner 1,3% dan gagal ginjal kronis 0,3%. (Wp/ig)
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta, M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, Sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV…