ISOLASI MASSAL SEGERA DIBERLAKUKAN

1786

SETIAP tahun selalu didatangkan kepada manusia sebuah ruang maha besar untuk melakukan isolasi massal guna membersihkan kotoran hati dan pikiran. Ruang massal itu tanpa tepi sehingga manusia mustahil berdesak-desakan.

Ruang massal itu serupa laut, ada bilyunan ikan di sana tetapi tanpa saling senggol. Hidupku adalah hidupku, hidupmu adalah hidupmu.

Pada ruang kosmis maha luas itu diceritakan bahwa satu kebaikan yang diperbuat oleh manusia, keindahannya setara dengan seribu bulan. Kemuliaannya sebanding dengan 365.000 hari.

Ruang kosmis yang hanya 30 hari lamanya itu merupakan pintu masuk dari arah asfala saafiliin atau kehinaan menuju ke dataran seribu bulan.

Tidak banyak disadari bahwa seluruh manusia itu hidup seperti ampibi. Hidup di dua alam sekaligus, yakni alam rohani serta alam jasmani.

Rata-rata manusia lebih mengedepankan hidup di alam jasmani dan melupakan asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh rohani.

Padahal tuntunannya cukup simpel bahwa manusia harus berdiri dan hidup pada posisi ‘wasathol’ atau hidup di garis pertengahan, agar tidak hidup seperti monyet.

Itulah makna dari peringatan bahwa manusia diciptakan dalam bentuk sebaik-baiknya.

Setahun penuh ada kalanya manusia saling hujat, saling fitnah, mencuri, bahkan korupsi. Sebulan penuh manusia diberi peluang kembali ke asal mula, kembali menuju bersih dengan cara berpuasa. Manusia dituntun kembali seimbang dengan cara puasa batin dan puasa lahir.

Puasa merupakan jalan untuk kembali dari sebuah tempat yang kumuh ke tempat yang bersih.

Bulan puasa tahun 2021 berada di depan mata, karena 13-4-2021 umat Islam akan melakukan isolasi massal baik jasmani maupun rohani untuk kembali menemukan jati dirinya yang putih seperti salju. (Bambang Wahyu Widayadi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.