JIHAD SEPANJANG HAYAT

180

MENGELOLA syahwat di bulan Ramadan 1442 Hijriah usai sudah. Puasa yang dimaknai sebagai perang atau jihat melawan hawa nafsu sebulan penuh itu sebatas perang jangka pendek. Setahun ke depan ada perang jauh lebih besar dan panjang.

Disebut jihat pendek karena perintahnya memang khusus hanya di bulan Ramadan.

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (Al-Baqarah: Ayat 183). Via Al-Qur’an Indonesia https://quran-id.com.

Di samping jihat pendek ada pula perintah perang panjang lamanya tidak dibatasi waktu. Substansi jihat itu tetap sama, yakni perang melawan hawa nafsu, lokasinya ada di jagat sosial, ketika manusia berhubungan dengan sesama makhluk.

Perang sepanjang hayat ini pun bersifat wajib, meski tidak semua manusia menyukainya.

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
(Al-Baqarah: Ayat 216). Via Al-Qur’an Indonesia https://quran-id.com.

Sebagian kecil dari jihat sepanjang hayat itu dijelaskan terkait hubungannya dengan infak.

“Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, “Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan.” Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah: Ayat 215) via Al-Qur’an Indonesia https://quran-id.com.

Saya tidak pernah bosan membujuk diri sendiri untuk melakukan puasa sepanjang masa, lengkap dengan infak seberapa rizki yang Allah karuniakan. Saya tidak tahu bagaimana dengan Anda. (Bambang Wahyu Widayadi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.