Jumlah DPT Menurun, KPU Nyatakan Verifikasi Pemilih Lebih Detail

110

WONOSARI-MINGGU PAHING | Dibandingkan Pilkada periode sebelumnya, Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilkada Serentak pada Desember 2020 yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunungkidul, menurun.

Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, bahwa berdasar hasil rekapitulasi, terdapat 599.850 pemilih tetap pada Pilkada 2020.

Dengan rincian, 292.093 pemilih laki-laki dan 307.757 pemilih perempuan, sedangkan DPT Pilkada periode sebelumnya mencapai 605 ribu pemilih tetap.

“Angka hasil rekapitulasi ini juga turun dibandingkan saat Daftar Pemilih Sementara (DPS) yaitu mencapai 600.825 jiwa,” kata Hani pada Minggu, (18/10/2020) siang.

Hani menambahkan, beberapa faktor yang menyebabkan jumlah pemilih tetap turun pada Pilkada tahun ini. Mulai dari adanya pemilih yang meninggal dunia, pindah domisili, hingga pemilih yang berstatus TNI/POLRI, yang mana mereka tidak memiliki hak pilih.

“Hal ini bisa dikatakan proses verifikasi pemilih kami lakukan lebih mendetail, sehingga berpengaruh pada penurunan jumlah DPT,” jelasnya.

Berdasarkan proses tersebut, lebih lanjut Hani menjelaskan, didapatkan pemilih tak memenuhi syarat (TMS) sebanyak 3.184 jiwa dari 600.825 jiwa dalam DPS.

Namun demikian, diungkapkan Hani, KPU juga mendapatkan informasi adanya pemilih baru sebanyak 2.209 jiwa. Hani memastikan penambahan tersebut sudah melalui kajian terukur.

Pemilih yang belum masuk DPT, Hani berujar, nantinya dapat menggunakan hak pilih dengan menunjukkan KTP-EL saat pencoblosan di TPS.

“Bagi mereka yang belum terdaftar tapi punya hak pilih juga tetap bisa menggunakannya saat Pilkada nanti. Mereka akan masuk dalam daftar pemilih tambahan,” ujarnya.

Terpisah, Anggota KPU Gunungkidul Asih Nuryanti mengatakan, bahwa penetapan DPT dilakukan dan disepakati pada 13 Oktober lalu. Proses penetapan melalui rekapitulasi dan verifikasi di lapangan. Penetapan DPT mengacu pada hasil masukan masyarakat tentang pengumuman DPS yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Demi mempermudah proses verifikasi tersebut, Asih mengatakan, pihaknya memasang DPS di lokasi-lokasi strategis.

Dengan adanya metode ini, dijelaskan Asih, agar masyarakat lebih mudah mengakses dan mengecek DPS tersebut.

“Sehingga mereka pun bisa langsung memberikan masukan atau mengajukan perubahan dari DPS yang sudah ditetapkan,” pungkasnya. (Hery)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.