Categories: PEMERINTAHAN

JUT Desa Pengkol Dikeluhkan Warga, Dinas Pertanian Terjunkan Tim

NGLIPAR, RABU PAHING – Kondisi Jalan Usaha Tani (JUT) di Padukuhan Kebonjero Desa Pengkol Kecamatan Nglipar sepanjang 1000 meter, dikeluhkan warga lantaran mengalami kerusakan. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, akhirnya menerjunkan tim untuk melihat secara langsung di lokasi.

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono menyampaikan, program pembangunan JUT dikerjakan secara swakelola di Padukuhan Kebonjero, Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar atas usulan proposal masyarakat Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A).

“Plapon anggaran Rp. 87,5 juta untuk 1000 m, setelah kita cek lapangan serta hasil laporan kelompok P3A bahwa JUT telah dikerjakan dengan baik dan selesai pada akhir Agustus 2017,” jelasnya.

Menanggapi keluhan masyarakat, bahwa JUT telah mengalami kerusakan sana sini, Raharjo menjelaskan karena faktor alam salah satunya saat Gunungkidul dilanda badai cempaka dan banjir November 2017 sehingga JUT tergerus air.

“Kerusakan JUT sudah dilaporkan ke pihak desa bersamaan laporan kondisi bencana namun belum sampai ke dinas. Kemudian sudah dimusyawarahkan dengan kelompok untuk gotong royong diperbaiki lagi bersama,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan, pihak dinas juga sudah mempertanyakan terkait pengerjaan masyarakat, apakah JUT di stoom atau tidak.

“Sudah dikonfirmasi sudah dilaksanakan dengan stoom kecil yang didorong, bukan stoom besar alasanya tanah urugan labil tidak kuat menahan beban apabila menggunakan stom besar dikhawatirkan nantinya malah ambles,” ungkapnya.

Sementara itu Dukuh Kebonjero Wasidi menyampaikan, tim dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul datang ke lokasi JUT pada hari Selasa, (18/09).

Dia menyampaikan adanya kerusakan nantinya secara gotong royong akan dilakukan perbaikan bersama masyarakat ataupun dilakukan usulan lagi agar mendapatkan dana perbaikan.

Disinggung mengenai dana JUT 2017, Wasidi menyampaikan bahwa plapon anggarannya sebesar Rp. 60 juta. Adanya data yang berbeda dengan yang di jelaskan pihak Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul bahwa anggaran JUT Kebonjero Rp. 87,5 juta, dia segera menyanggah.

“Kalau kita tidak tahu persisnya tapi yang tahu persis kelompok Sumber Makmur, nanti bisa konfirmasi langsung ke ketuanya,” tutupnya. (Ag/ig)

infogunungkidul

Recent Posts

Pertamina Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga 2026 PT

PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…

2 hari ago

Tabrak Honda Beat, Seorang Pelajar Meninggal Dunia di TKP

GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

1 minggu ago

JAPFA dan LPER Resmikan Kemitraan Strategis

GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…

2 minggu ago

UNS Wisuda 1.082 Mahasiswa Periode VII Tahun 2026

SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…

2 minggu ago

Unjuk Rasa di Yogya Berlangsung Aman

YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…

2 minggu ago

Pendidikan Khas Kejogjaan Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…

4 minggu ago