PATUK, Senin Legi – Sukardi, Kepala Desa Putat, Kecamatan Patuk, melalui Surat Undangan Nomor 005/122/VIII/2017 berusaha melacak ulang aset desa yang macet di tangan masyarakat. Dana bergulir yang macet tersebut sumbernya diketahui berasal dari program Pemberdayaan Daerah dalam Mengatasi Dampak Krisis Ekonomi (PDMDKE) 1999.
“Dana yang macet untuk kelompok ternak saja mencapai Rp 9.656.500,00. Itu belum ditambah dua kelompok warung kelontong. Ditotal hampir mencapai Rp 15 juta,” ujar Kepala Desa, 14/8.
Sukardi menjelaskan, desa di seluruh Indonesia, tahun 1997 terkena dampak krisis ekonomi. Tahun 1999, Pemerintah mengucurkan dana bergulir melalui Pemberdayaan Daerah dalam Mengatasi Dampak Krisis Ekonomi (PDMDKE).
Selama ditangani LPMP, menurut Sukardi, sebagian dana bergulir yang nilainya Rp 20 juta macet total. Sementara saat ini desa yang dipimpinnya telah terbentuk BUMdes.
“Jadi tidak ada salahnya kalau dana yang beredar di tangan masyarakat kami tagih ulang,” tandasnya.
Langkah demikian, lanjut Sukardi berpedoman pada Perda No. 5 tahun 2015, Pasal 56 Ayat 2 huruf c. bahwa Kepala Desa memegang kekuasaan pengelolaan keuangan dan aset desa.
Awal September 2017, aset desa yang berada ada di tangan masyarakat mulai ditarik secara bertahap (nyicil). Agung Sedayu
BANTUL - RABU PON, SEORANG pria berinisial AS (34) warga Panggang, Gunungkidul, ditangkap polisi usai…
GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…
GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…
YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…