Kades Kepek: Kewenangan Semar Berbeda dengan SKDGK

799

WONOSARI, JUMAT PON-Kepala Desa se Gunungkidul memiliki dua induk organisasi yang berbeda. Pertama Semar, di bawah kendali Bambang Setiawan, Kades Kepek, Kecamatan Wonosari. Kedua, Solidaritas Kepala Desa Gunungkidul (SKDG), diketuai Sutiyono, Kades Banyusoco, Kecamatan Playen.

Dikonfirmasi media, Bambang Setiawan menyatakan, SKDGK berbeda dengan Semar. Menurutnya Semar merupakan paguyuban perangkat desa, mulai dari Kades hingga Dukuh.

“Kegiatan Semar mencakup keseluruhan perangkat desa, sementara SKDGK, khusus soal kesetiakawanan kades yang belakangan ini menghadapi masalah hukum,” ujar Kades Kepek (14/12).

Latar belakang yang mendorong munculnya dua organisasi itu pun, menurut Mbah Bhe, sapaan akrab Bambang Setiawan, juga berlainan.

Semar berangkat dari keinginan untuk meningkatkan profesionalitas SDM perangkat, sementara SKDGK bertolak dari adanya kecenderungan Kades yang tersandung kasus.

Belakangan, tidak sedikit Kades yang tersandung hukum. Menyebut sederetan masalah, mulai dari Sakino, Kades Sidorejo, Ponjong, Rukamto, Dadapayu, Sumono, Hargosari, Kabul Santoso, Bunder, Bleberan, menyusul Kades Balong.

Soal SKDG terpisah atau menjadi bagian dari Semar, Bambang Setiawan menegaskan, yang terpisah adalah gerakannya. SKDG lebih spesifik mengambil ranah pendampingan hukum.

Dikonfirmasi terpisah, Sutiyono, selaku Ketua SKDG menegaskan, kehadiran organisasi yang dipimpinnya tidak bertujuan menandingi Semar.

SKDG telah terdaftar secara resmi atau sebaliknya, Wahyu Nugroho selaku Kepala Kesbangpol Gunungkdul menyatakan, belum sempat mebuka dokumen.

“Kami masih berada di luar kota,” ujar Kepala Kesbangpol, telepon seluler. Agung




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.