Kandang Sapi Hadir di Tengah Kota untuk Aksesoris Pariwisata

676

INFOGUNUNGKIDUL, MINGGU LEGI

WONOSARI, – Perkembangan pariwisata di Gunungikul begitu pesat. Pelaku wisata, terutama pengusaha kuliner mencari terobosan baru, memindah sekaligus mengubah kadang sapi menjadi tempat kongkow-kongkow (tempat nongkrong) wisatawan domestik.

Anggota DPRD DIY, Slamet, S.Pd. MM, mencatat sejumlah rumah makan yang sengaja memindah dan memanfaatkan kandang sapi sebagai elemen aksesoris utama untuk menarik perhatian pengunjung.

Banyak kadang sapi yang dihadirkan di kota Wonosari. Dia menyebut, rumah makan Sego Abang Gunungkidul di ringroad selatan. Bahkan, kata Slamet, hadir pula di Ayam Geprek Master Feddora, di jantung kota Wonosari, timur Bank BPD DIY.

“Ini fenomena wajar apa enggak sih. Sapi pada digusur, sementara kandang mereka diusung di tengah kota,” tanya Slamet, (10/2).

Terkait dengan kandang sapi hadir di tengah kota adalah merupakan gejala atavisme. Karakteristik dunia pertanian yang nyaris dilupakan, ditmpilkan dalam fungsi baru.

Sebagaimana diketahui, petani tidak bisa dilepas dari peradaban bercocok tanam. Salah satu teknologi sederhaha pengolah tanah adalah bajak. Sapi, dalam hal ini berperan sebagai motor utama. Lembu peminum solar (traktor) menggusur peranan ternak piraan petani. Logikanya, sapi dijual, kandang pun kosong.

Pengusaha kuliner mengincar, bahwa kandang kosong merupakan peluang. Kandang sapi bisa dibeli dan dijual kembali, dalam bentuk tempat tongkrongan.

“Pengunjung mengalir, kandang sapi yang berubah menjadi semacam gazebo, awet dan jitu sebagai penarik perhatian pengunjung,” kata Mulyadi, bos Ayam Geprek, Master Fedora. (Bambang Wahyu Widayadi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.