Kasus Covid-19 Meningkat, Wakil Bupati Gunungkidul Tinjau Kesiapan RSUD Wonosari

410

WONOSARI-RABU PON | Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto melakukan tinjauan langsung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, Rabu, (16/06/2021) pagi. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengecek kesiapan RSUD dalam menampung dan merawat pasien Covid-19 yang mengalami lonjakan dibeberapa tempat di Kabupaten Gunungkidul beberapa hari terakhir ini.

Dalam kesempatan tersebut, Heri Susanto meminta kepada pihak RSUD Wonosari agar melakukan penambahan tempat tidur pasien untuk perawatan pasien Covid-19.

Diketahui, berdasarkan data RSUD Wonosari, saat ini hingga Rabu, (16/06/2021) pukul 11.00 WIB rumah sakit plat merah tersebut masih merawat 32 pasien positif Covid-19.

Direktur RSUD Wonosari, dr. Heru Sulistyowati seusai mendampingi Wakil Bupati menjelaskan, pihaknya akan koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul untuk menindaklanjuti arahan dari Wakil Bupati.

Disampaikan oleh Heru, RSUD Wonosari dengan memaksimalkan bangsal yang ada, saat ini memiliki sejumlah 41 tempat tidur khusus bagi pasien Covid-19.

“Dengan memaksimalkan bangsal yang ada, dilakukan rotasi beberapa perawat baik di poly maupun bangsal lain yang berdasar analisa beban kerjanya masih bisa diantisipasi, petugasnya kita rotasi dulu dimasa Covid-19 ini,” jelas Heru Sulistyowati.

Lebih lanjut Heru menerangkan, apabila terjadi situasi darurat lonjakan pasien Covid-19, pihak RSUD Wonosari akan segera berkoordinasi dengan Dinkes dan OPD terkait guna membahas kesiapan SDM dalam penanganan Covid 19 termasuk bantuan dari relawan. Namun demikian, apabila pasien Covid 19 maksimal diangka 41 pasien, pihak RSUD Wonosari masih mampu mengantisipasi dengan cara memaksimalkan potensi yang ada.

“Misalkan terjadi darurat lonjakan pasien Covid-19, bangsal Teratai dengan kapasitas 18 tempat tidur dapat kita gunakan untuk perawatan pasien khusus Covid-19. Secara tata letak tempat tidur dan ruangannya bangsal Teratai memenuhi syarat untuk merawat pasien Covid 19, bila untuk saat ini, bangsal tersebut kita gunakan untuk pasien suspek namun belum dinyatakan positif,” tutup Heru Sulistyowati. (Agus SW)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.