SEMBILAN PEMANIS UNTUK RPJMD GUNUNGKIDUL 2021-2026

338
Oleh: Sugeng Nurmato

SELASA, 15 Juni 2021 lalu BAPPEDA Gunungkidul melaksanakan musrenbang RPJMD 2021-2026. Kepala BAPPEDA DIY Beni Suharsono menyampaikan catatan pemanis karena RPJMD 2021-2026 dirasa kurang lengkap.

Beni Suharsono mengingatkan keharusan adanya keselarasan dokumen RPJMD dengan dokumen-dokumen perencanaan pembangunan lainnya seperti RPJMN, RPJMD DIY dan RPJPD Gunungkidul.

Sembilan pemanis yang harus dimasukkan dalam dokumen RPJMD Gunungkidul 2021-2026 antara lain:
1. Cascade (managemen) Renstra Pemerintah Daerah, 2. Pembangunan / rehab gedung negara, 3. Pengendalian dan pemanfaatan tata ruang terutama Supplemental Restraint System (SRS). Keistimewaan, 4. Dukungan pengelolaan dan pemanfaatan tanah SG/PAG, 5. BKK Kabupaten ke Kalurahan, 6. Keberadaan Gunungkidul yang mendapat delegasi Keistimewaan untuk mendukung capaian pembangunan di DIY, 7. Peran Kalurahan dan masyarakat sebagai pusat pembangunan daerah, 8. Konsep perencanaan dan pemanfaatan aset-aset besar termasuk dukungan untuk kegiatan-kegiatan besar DIY dan harapan Gubernur menjadikan pesisir selatan sebagai halaman muka DIY, serta 9. Pemberlakuan UU Cipta Kerja.

Musrenbang dibuka Bupati Sunaryanta selanjutnya prosesinya dipimpin Sekda Gunungkidul setidaknya tidak meleset dari 75 hari sejak Bupati dilantik.

Terhadap catatan Beni Suhardono, Fraksi PAN DPRD Gunungkidul berpandangan bahwa sembilan hal tersebut belum masuk dalam Rancangan RPJMD, ataupun kalau sudah tentu belum lengkap, belum memadai.

Oleh sebab itu F-PAN mendesak Tim Penyusun draf RPJMD untuk betul-betul memperhatikan masukan Kepala BAPPEDA DIY.

Harus dipastikan bahwa 9 pemanis tersebut masuk ke RPJMD 2021-2026. Tim Eksekutif harus kerja keras dan cepat, karena hanya ada waktu 15 hari sejak Musrenbang RPJMD Bupati harus menyampaikan Raperda RPJMD kepada DPRD untuk dibahas.

Penulis adalah anggota Fraksi PAN DPRD Gunungkidul



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.