KAYA KARENA KORUPSI: JANGANKAN PENJARA, NERAKA PUN DIBELI

71

WONOSAR, IJUMAT PON – Geger jual beli fasilitas mewah penjara Suka Miskin, digunjing berlarut. TV One mengangkat ke acara ILC, Selasa (24/07). Sorotan dilakukan dari berbagai sisi pandang. Satu yang luput, aspek perilaku manusia tak dijamah.

Operasi Tangkap Tangan (OTT) dilakukan KPK terhadap Kalapas Suka Miskin karena dia terendus memiliki kekayaan spektakuler, padahal baru menjabat selama 4 bulan.

Manusia, apa pun posisi dan jabatannya memiliki kecenderungan sangat mencintai harta benda melebihi dirinya sendiri. Mereka inilah yang dimasukkan ke dalam golongan manusia yang melampaui batas.

Agama Islam memberitahu, manusia mudah tergelincir ke dalam derajad asfaala safiliin (tempat yang serendah-rendahnya/ hina), lantaran tidak beriman. Padahal sebenarnya Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

Koruptor, masuk ke Suka Miskin bisa dipandang dari prespektif ini, merupakan tragedi kejatuhan dari ciptaan yang baik terperosok ke dalam kubangan yang hina.

Koruptor memang hina, karena di mata publik, mereka tidak memiliki harga. Tetapi tak boleh dilupakan, koruptor masih memiliki harta cukup melimpah. Dengan harta, para koruptor bisa membujuk teman. Terbukti mereka sukses menyeret Kalapas Suka Miskin terjerumus ke lembah nista.

Dalam hal ini berlaku hukum kemahakuasaan Allah. Tuhan punya kekuatan super. Dia berhak memberi kekuasaan kepada siapa pun, termasuk berhak mencabut kekuasaan terhadap siapa pun yang dikehendaki. Tak ada satu kekuatan pun yang mampu menghalangi.

Hukum di atas tidak berlaku bagi sebagian koruptor yang dijebloskan ke Suka Miskin. Jangankan penjara, dengan kekayaannya, manusia bermata  iblis itu bertekad membeli neraka. Api yang menyala-nyala dia anggap kecil, karena mereka telah menyiapkan unit pemadam kebakaraan, sebelum meringkuk di liang lahat. (Bambang Wahyu Widayadi)  




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.