WONOSARI, Selasa Pahing | Komunitas yang berbeda jenis dan bentuk bertemu di Kepek 1, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari. Keroncong se Gunungkidul, Batik Manding dan Angkringan Wedang Jahe, sawaĺan lesehan di pendopo Ajisaka Art & Culture (Kampung Batik Manding Cyber Kreasi, Senin malam (10/06).
Teplok Sengkat, T-cho Chary (baca: Teko Keri), Lintang Kanista, Mugi Laras, Keroncong Nggunung dan Kidung Etnosia tampil secara bergantian dalam nuansa Idul Fitri 1440 H, 2019.
“Pentas model begini adalah pertama kali digelar di Gunungkidul. Santai bersama melepas penat, gelar tikar dengan jamuan kuliner secara prasmanan Wedang Jahe dan Nasi Meong,” ujar pemandu acara.
Komunitas keroncong malam itu memang sengaja diformat parade, dengan tujuan untuk menunjukkan, bahwa musik keroncong hidup subur di Gunungkidul.
“Mari sesekali menikmati alunan keroncong, sejenak kita lupakan hiruk – pikuk dunia,” kata Eko, selaku tuan rumah, sekaligus ketua penyelenggara kegiatan.
Video: Kehangatan Keroncong, Komunitas Batik dan Wedang Jahe
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…
YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…
GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…
GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON. Upacara adat tradisi pembukaan Cupu Kyai Panjala dilaksankan pada hari ini,…