Sementara itu, Agus Mantara, Kepala Bidang Pelestarian Budaya dari Dinas Kebudayaan Gunungkidul mencatat, bahwa kegiatan seperti diinisiasi Batik Manding, sejalan dengan program pemerintah daerah.
“Tahun 2019 kami, telah mendesain sekaligus mengajukan anggaran ke Pemerintah Pusat untuk keperluan parede keroncong,” ucap Agus Mantara dalam sambutan singkatnya.
Di tempat yang sama, Bambang Setiawan, Kades Desa Kepek, Kecamatan Wonosari menyatakan, geliat komunitas kroncong patut direspon dan dihargai.
“Silakan pentas, kalau perlu sebulan sekali memanfaatkan gedung serbaguna,” kata dia mensuport semangat pemusik keroncong.
Parade keroncong malam itu terbilang cukup berhasil. Satu kekurangannya, penonton belum diberi kesempatan reques lagu kesayang mereka.
Video: Kehangatan Keroncong, Komunitas Batik dan Wedang Jahe
Bambang Wahyu Widayadi
Page: 1 2
YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…
WONOSARI - SABTU PON, Sebuah tamparan keras institusi pemerintahan kembali terjadi. Kali ini RDS alias…
GUNUNGKIDUL – RABU KLIWON, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana…
GUNUNGKIDUL – SELASA PON, Seorang laki-laki berinisial S (64), warga Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, ditemukan…
PALIYAN - MINGGU PAHING, Pengemudi Toyota Inova diduga mengantuk mengakibatkan kecelakaan beruntun di Jalan Paliyan-Saptosari,…
YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIT Studi Hukum Perdata (USHP) Fakultas Hukum Universitas Janabadra resmi meluncurkan…