Kemarau Panjang, Panen Durian di Patuk Menurun

336

PATUK – Rabu Pahing | Kemarau panjang yang terjadi di Kabupaten Gunungkidul, berdampak pada menurunnya produksi buah durian di Kecamatan Patuk. Kurangnya asupan air, membuat pohon durian tak dapat berbuah secara maksimal.

Dalimin warga Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk mengungkapkan, biasanya Ia mulai panen buah durian sejak memasuki bulan November di setiap tahunnya. Namun karena kemarau panjang, para petani durian nyaris gagal panen.

 

TUJUH BUMN BERHASIL BANGUN SUMUR BOR DI GEDANGSARI

 

“Saat ini hanya beberapa biji saja durian yang bisa dipanen,” katanya, Senin, (16/12/2019).

Dari tiga pohon durian yang dimiliki Dalimin, hanya berbuah 60 biji. Sementara tahun-tahun sebelumnya, bisa berbuah hingga ratusan biji.

“Rata-rata satu pohon bisa berbuah 50 biji,” katanya.

Buah durian yang dipanen Dalimin adalah jenis durian lokal asli dari Desa Nglanggeran. Iapun tetap menjual durian yang dipanen, meskipun tidak banyak seperti tahun-tahun kemarin.

“Semua yang saya jual durian lokal, tidak ada yang dari luar, durian ini masak di pohon, tentu rasanya berbeda dengan durian yang masak setelah dipetik,” kata Dalimin saat ditemui di lapak buahnya, jalan Nglanggeran-Patuk.

 

TIGA TAHUN INFOGUNUNGKIDUL: REPLIKA LAMBORGHINI AVENTADOR LP700 (80%)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.