JAKARTA, SABTU WAGE-Kemendikbud, bekerja sama dengan BNPB, UNICEF, Plan International Indonesia, Yayasan Sayangi Tunas Cilik, dan Wahana Visi Indonesia, mengembangkan portal online pembelajaran sekolah aman bencana.
Poppy Dewi Puspitawati, Sekretariat Nasional (Seknas) Pendidikan Aman Bencana (PAB) menyatakan hal itu kepada wartawan (14/12).
Selama 15 tahun terakhir, SPAB mencatat 46.648 sekolah terkena dampak bencana. Di 34 provinsi, 497. 576 sekolah berada di daerah rawan bencana.
Saat berada di sekolah, kata Dewi, anak-anak termasuk salah satu kelompok yang lebih rentan terhadap dampak bencana.
Oleh karena itu, penguatan sekolah termasuk kepala sekolah, guru dan murid tentang kesiapsiagaan mengahadapi bencana penting dilakukan. Tujuan utama, agar mereka mampu menyelalamatkan diri, ketika terjadi bencana.
Portal online ini, diharapkan dapat digunakan oleh seluruh tenaga pendidik dan praktisi satuan pendidikan aman bencana di Indonesia.
Untuk bisa mengikuti E-Learning ini, bisa masuk melalui tautan http://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id.
“Perlu kami sampaikan bahwa portal ini masih dalam tahap uji coba. Pengembangan dan penyempurnaan akan terus dilakukan,” pungkas Poppy Dewi Puspitawati. (Agung)
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…
GUNUNGKIDUL-SENIN PAHING, SD Muhammadiyah Mulusan II Padukuhan Mahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, menggelar kegiatan jalan…
SLEMAN-SENIN PAHING, SEORANG kakek berinisial N (73) warga Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, DIY tewas…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 210 mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta yang terpilih sebagai kakak asuh…
RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…
WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…