Baca juga: Pemuda Dilatih Bertani, Digelontori Modal
Menurut Farkhan, di awal menang ditemukan 130 desa lambat dalam menyusun APBDes, namun per Selasa, 26 Februari 2019 tinggal 8 desa yang belum selesai.
Disinggung mengenai kendala, Farkhan menjelaskan, bahwa penyusunan APBDes harus menggunakan aplikasi. Sementara aplikasi anyar, baru diterima bulan Desember 2018. Selain itu pagu indikatif juga terlambat.
“Terimakasih atas kritik kritik itu namun saat ini tinggal 8 desa, tetapi saya lupa 8 desa tersebut. Yang jelas tersebar di beberapa kecamatan seperti Patuk ada 1, Wonosari ada 2 atau 3 dan sisanya di Ngawen,” jelas Muhammad Farkhan.
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…
SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…
YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…
BABTUL - KAMIS WAGE, KABUPATEN Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diguncang gempa bumi tektonik dengan…