Kenduri Madilakiran Ki Ageng Wanakusuma Sajikan 214 Ingkung

3488

“Tradisi ini  turun temurun dilaksanakan tiap tahun, diawali tanggal 1 Jumadilakir diakhiri antara tanggal 20 – 25 yang bersamaan dengan hari Senin atau Kamis,” terang Mudiyono.

Puncak acara, warga berkumpul di Balai Sri Penganti  membawa nasi udhuk, ingkung ayam jawa jago dan tumpeng robyong.

Bupati Gunungkidul Hj. Badingah S.Sos  dalam acara  Madilakiran menyampaikan, tradisi  harus dilestarikan. Kearifan lokal dan adat budaya adi luhung akan menjadi daya terik bagi  pariwisata di Gunungkidul.

“Saat ini terjadi perubahan pola kehidupan. Sudah selayaknya tradisi warisan leluhur yang  bernilai positif wajib kita lestarikan. Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul, saya sangat mendukung tradisi upacara Madilakiran ini,” ungkap Badingah.

Bupati berpesan dalam menyambut pesta demokrasi Pemilu 17 April mendatang, agar warga menjaga persatuan dan kerukunan. Ag/Ig




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.