Kerjasama BPD DIY Pelayanan E-Ticketing Diluncurkan

1255

TANJUNGSARI-SELASA LEGI | Untuk mempermudah proses pembelian tiket dan pembayaran retribusi di destinasi wisata, Layanan E-Ticketing Aplikasi pembayaran non-tunai bernama QUAT (QIRS Ultimate Automated Transactions) di luncurkan di Pos Retribusi Utama Baron, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, pada Selasa, (20/04/2021) siang.

Dalam peluncuran tersebut, Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY turut bergabung memfasilitasi layanan E-Ticketing Wisata di Kabupaten Gunungkidul.

Selain itu, dikatakan Direktur Utama BPD DIY, Santoso Rohmad, bahwa pihaknya juga menyediakan aplikasi pembayaran non-tunai bernama QIRS Ultimate Automated Transactions (QUAT).

Dimana aplikasi ini nantinya akan mempermudah proses pembelian tiket dan pembayaran retribusi di destinasi wisata.

“Cara pembayarannya cukup mengandalkan ponsel, dimana pemiliknya sudah mengunduh aplikasi QUAT tersebut, sehingga pengguna tinggal memindai kode matriks (QR Code) yang disediakan,” kata Direktur Utama BPD DIY, Santoso Rohmad.

Fasilitas QR Code, Santoso berujar, sudah tersedia di berbagai titik destinasi wisata di Gunungkidul.

Selain dengan QR Code, lebih lajut dikatakanya, bahwa transaksi juga bisa dilakukan dengan sistem transfer, sehingga tidak perlu lagi melakukan transaksi dengan uang tunai.

Selain meluncurkan layanan QUAT, BPD DIY secara simbolis juga menyerahkan rekening tabungan ke pada 400 pelajar di Kabupaten Gunungkidul.

“Dengan ini saya harap para pelajar memahami pentingnya menabung sejak usia dini,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul Asti Wijayanti mengatakan bahwa, kehadiran layanan E-Ticketing saat ini memang cukup vital.

Selain menyesuaikan kebutuhan, menurut Asti, transaksi virtual juga diperlukan dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini.

“Ini dapat meminimalisir, jadi tidak kontak langsung, salah satunya memalui transaksi virtual,” kata Asti.

Dari sisi pendapatan daerah, ia menilai keberadaan teknologi akan membuat laporan keuangan menjadi lebih transparan dan akuntabel.

“Khususnya terkait retribusi dari sektor wisata,” ujarnya. (Heri)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.