Kisah Ngadiyem Relakan Rumahnya Dijadikan Tempat isolasi Bagi Perantau yang Mudik

1506

PANGGANG-SABTU KLIWON | Salah seorang warga Panggang Desa Giriharjo Kecamatan Panggang, merelakan rumahnya digunakan sebagai tempat isolasi mandiri bagi pemudik maupun Orang Dalam Pemantauan (ODP) selama pandemi virus corona atau Covid-19.

Ngadiyem pemilik rumah mengungkapkan meski digunakan sebagai tempat isolasi, ia tidak akan meminta imbalan kepada pemerintah. Pemilik rumah bahkan menyediakan sebagian peralatan tidur dan alat masak.

Ngadiyem menyatakan bahwa niatnya ikhlas lahir dan batin, selain itu keluarganya telah kompak serta menyetujui niatnya tersebut.

INFO HARI INI-WARTAWAN GUNUNGKIDUL KEMBALI BERBAGI RATUSAN SEMBAKO

Niat mengikhlaskan rumahnya digunakan sebagai tempat isolasi mandiri lantaran Ngadiyem prihatin dengan kondisi penanganan corona. Terlebih pemerintah kesulitan mencarikan tempat isolasi bagi warga yang mudik.

“Rumah saya ada fasilitas dua kamar tidur, satu ruang tamu, serta satu kamar mandi, saya rela dijadikan tempat isolasi mandiri karena merasa prihatin dengan kondisi saat ini,” katanya, Sabtu (09/05/2020), saat ditemui di kediamannya.

Hal ini mendapatkan tanggapan positif dari tokoh masyarakat setempat. Sebagai bentuk dukungan masyarakat dan pemerintah desa segera akan melengkapi fasilitas penunjang.

Sementara itu, Dukuh Panggang lll, Agung Setiawan Rohmadi mengatakan, walaupun sifatnya antisipasi, namun pihak pemerintah desa tidak akan lepas tangan.

Menurut Agung, selain menambah fasilitas pihak Pemdes juga terus melakukan sosialisasi kepada perantau untuk tidak mudik ke kampung halaman.

Data dari Pemdes, diungkapkan Agung, diketahui 60 hingga 100 warga Desa Giriharjo masih berada di perantauan.

“Untuk itu perlu langkah antisipasi supaya tidak ada penolakan maupun pengucilan,” tandasnya. (Hery)

INFO HARI INI-EKSKLUSIF BERSAMA KADES SIDOHARJO TERKAIT PENUTUPAN PASAR




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.