Petani Tak Boleh Mati di Lumbung Padi

225

NGLIPAR, – SABTU KLIWON | Presiden Joko Widodo  menyoroti sejumlah masalah yang  akan dihadapi Indonesia di masa depan. Salah satu di antaraya adalah krisis pangan.

Peringatan Jokowi dilansir detikfinance, (6/5/20), di https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/d-5004446/jokowi-ingatkan-lampu-kuning-sektor-pangan

Wahyudi, Lurah Desa Natah, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, mendengar peringatan Presiden Jokowi mengaku tidak begitu kaget.

DOA SAPU JAGAT MEMBERSIHKAN HATI DI KANDANG KORONA

Khusus petani di kawasan Natah, terutama yang memiliki tanah garapan, ujar Wahyudi, masih tetap giat memproduksi pangan.

“Mulai  dari, padi, jagung, kedelai, kacang, singkong dan yang lain,” demikian Wahyudi merinci karya petani Desa Natah, Sabtu 9 Mei 2020.

Bukan omong besar, selama diterjang Covid-19, Wahyudi justru makin agresif  turun lapangan. Dia mengoperasikan hand traktor menyemangati warga dalam menggarap sawah.

Kerja mengolah tanah, menurut Wahyudi tidak terpengaruh amukan Covid-19. Ada pula warga yang takut dan was-was, tetapi tidak separah yang tinggal di kota.

Dia optimis, ketersediaan pangan,  cukup untuk menenuhi kebutuhan sendiri.

“Petani tak boleh mati di lumbung padi,” tegas Wahyudi sembari mengoperasikan traktor, alias si kebo besi yang suka minum solar. (Bambang Wahyu Widayadi)

INFO HARI INI-WARTAWAN GUNUNGKIDUL KEMBALI BERBAGI RATUSAN SEMBAKO




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.