Komunitas Resan Gunungkidul Mengindonesia Karena Selamatkan Sumber Air Planangan

1391

PLAYEN-SENIN PAHING | Warga Banaran 5 Kalurahan Banaran, Kapanewon Playen, Gunungkidul bekerjasama dengan Komunitas Resan melestarikan sumber air sekaligus kayu yang menaunginya. Kegiatan tersebut bersekala kecil tetapi gaungnya besar karena dihadiri Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto.

Tanah lumpur yang menutupi sumber air di Resan Mrunut dan Planangan mereka bersihkan secara gotong royong. Disamping dalam rangka menyambut hari air sedunia 22-3-2021 kegiatan itu juga untuk menambah cadangan air di musim kering.

“Resan berasal dari kata rekso yang maknanya menjaga,” ujar Suminto Lurah Banaran kepada wartawan sebelum hadirnya Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto.

Edi Patmo selaku panitia pelaksana atas nama Komunitas Resan Gunungkidul melaporkan bahwa disamping membersihkan tanah penutup mata air juga Komunitas Resan juga menanam pohon 9000 lebih di seluruh Gunungkidul.

Kepada Wakil Bupati Edi Patmo meminta agar Pemda menerbitkan perda tentang konservasi.

Kehadiran Wakil Bupati kebetulan didampingi Rida Mustofa anggota DPRD Gunungkidul dari Fraksi Gerindra.

Dalam sambutan tanpa teks Wakil Bupati Gunungkidul mehargai inisiatif generasi muda yang tergabung dalam Komunitas Resan Gunungkidul.

Biasanya menurut Wakil Bupati kawula muda ketika membentuk komunitas pasti memilih nama keren dan gaul.

Menurut Heri Susanto satu keberanian yang patut diapresiasi karena namanya agak kuno tetapi justru menggunungkidul bahkan mengindonesia.

Dalam kesempatan bersih-bersih Resan tak bisa menolak ketika Wakil Bupati didaulat menanam pohon preh yang berfungsi sebagai pelindung air di samping jambu alas yang tumbuh subur di sumber air Planangan. Bambang Wahyu Widayadi




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.