WONOSARI, KAMIS WAGE-Pokdarwis Alam Asri Pantai Gesing Desa Girikarto Kecamatan Panggang mendatangi Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Rabu (23/01). Kedatangan sejumlah perwakilan Pokdarwis tersebut terkait konflik Alam Asri dengan Pemerintah Desa Girikarto.
Dalam hal ini Alam Asri merespon Surat Dinas Pariwisata Gunungkidul tertanggal (21/01/2019) yang ditandatangani langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul Asti Wijayanti. Dalam isi surat tersebut juga disebutkan bahwa Dinas meminta agar Pokdarwis Alam Asri berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Desa Girikarto.
Ketua Pokdarwis Alam Asri Sargiyono menjelaskan, kedatangannya ke Dinas Pariwisata tak lain untuk mempertanyakan maksud surat tersebut. Pihaknya meminta agar Dinas memberikan jalan keluar terkait permasalahan yang terjadi antara Pokdarwis dengan Pemerintah Desa Girikarto.
“Kalau kami tidak boleh memungut jasa harusnya ada solusi. Ada retribusi dari Pemerintah Kabupaten dan banyak wisatawan yang datang itu kan karena ada yang mengelola dan babat alas di pantai Gesing,”ujarnya.
Pihaknya menyayangkan sikap Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul dan Pemerintah Desa Girikarto yang terkesan tidak peduli sejarah kemajuan pantai Gesing.
Pemdes Girikarto yang menyatakan tidak pernah menemukan Peraturan Desa nomor 13 tahun 2015 tentang pemungutan jasa, menurut Sargiyono menjegal kegiatan Pokdarwis dalam membangun dan memberdayakan masyarakat sekitar pantai Gesing.
“Desa menyatakan tidak menemukan Perdes, tapi kami yang memungut jasa dan desa juga menerima setoran dari pungutan jasa tersebut, kalau itu dianggap ilegal berarti desa juga menerima persenan itu secara ilegal,” imbuhnya.
Sementara itu menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul Asti Wijayanti mengatakan, harusnya Pokdarwis dengan Pemerintah Desa Girikarto menjadi satu bagian sehingga bisa bersinergi memajukan pariwisata yang ada di pantai Gesing. Dinas juga akan segera bertemu dengan pihak Pemdes Girikarto agar jasa pungutan yang dilakukan oleh Pokdarwis tersebut diperdeskan.
“Kami akan memfasilitasi mediasi agar Pokdarwis dan Pemdes menyelesaikan permasalahan ini secepatnya,”kata Asti. Fajar
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, Kepolisian Daerah (Polda) DI. Yogyakarta menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, SEBANYAK 876 mahasiswa Negeri Yogyakarta (UNY) mengikuti wisuda lulusan program Doktor,…
BANTUL - RABU PON, SEORANG pria berinisial AS (34) warga Panggang, Gunungkidul, ditangkap polisi usai…
GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…
GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…
YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…