Categories: NASIONAL

Korban Miras Tak Seharusnya Peroleh Layanan Gratis di RS

Jakarta -Fenomena minuman keras alias miras oplosan yang menewaskan puluhan orang di Bandung, Jawa Barat dan berbagi lokasi di Indonesia belakangan ini membuat polisi menggelar razia ke warung-warung. Bahkan, polisi sudah melakukan penggrebekan ke produsen miras guna meminimialisir korban jatuh berikutnya.

Menurut pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel, korban miras oplosan biasanya mereka menenggaknya secara bersamaan. Bahkan, perlu dicermati juga apakah korban itu dipaksa minum atau atas kemauannya sendiri.

“Apakah mereka dipaksa pihak lain untuk minum miras sampai sengsara? Kalau berasal dari inisiatif sendiri, berarti bukan korban miras. Julukan yang pas adalah pemabuk,” ujar Reza dalam pesan singkat yang dikirimkan ke wartawan Kamis (12/04).

Menurutnya, yang terpenting kedepan adalah bagaimana kita bisa mencegah agar tidak ada lagi jatuh korban berikutnya.

“Lho, isunya bukan pada tewasnya si pemabuk. Masalahnya adalah pengonsumsian miras. Jadi pertanyaan yang betul adalah bagaimana menyetop orang agar tidak minum miras,” ujarnya.

Dosen Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) ini tidak setuju jika korban miras digratiskan saat mendapat pelayanan kesehatan di Rumah Sakit.

“Justru untuk pasien semacam ini semestinya tidak digratiskan. Sudi pajak disalurkan untuk membiayai pengobatan pemabuk?,” jelas Reza.

Dirinya menyebut, bagi sebagian orang mabuk adalah solusi emosi atas masalah hidup. Justru karena mabuk, rasionalitas terganggu sehingga membikin masalah baru dalam hidup.

“Apalagi ketika duit habis untuk beli miras, lalu mencuri, sahlah menjadi masalah bagi hidup orang lain,” pungkasnya. (tan/har)

infogunungkidul

Recent Posts

Polda DIY Raih Penghargaan 12 Satker Predikat Pelayanan Prima & Zona Integritas

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…

4 hari ago

Kakek 70 Tahun Gantung Diri di Pohon Jambu Mete

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta,  M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…

4 hari ago

Scoopy Tabrak Ambulan PMI, Satu Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…

4 hari ago

Mobil Brimob Polda DIY Terserempet KA Bandara

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…

4 hari ago

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Peringkat Tertinggi PTKIN di Indonesia

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…

4 hari ago

Ribuan Lulusan Pascasarjana UGM Jalani Proses Wisuda

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, Sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV…

4 hari ago