Launching Buku dan Diseminasi Program Pendidikan di Gunungkidul

687

WONOSARI – KAMIS PON | Dompet Dhuafa Jogja dengan bangga menyelenggarakan acara Launching Buku dan Diseminasi Program Pendidikan yang berlangsung di Ruang Tut Wuri Handayani, Dinas Pendidikan Gunungkidul, Rabu (11/12/2024) siang.

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Kepala Kantor Kemenag, Pimpinan Daerah Muhammadiyah serta Korwil dari 7 Kapanewon, komite, wali murid, kepala sekolah/madrasah, guru, serta siswa-siswi.

Sejak tahun 2017, Dompet Dhuafa Jogja telah menjalankan program Sekolah Literasi Indonesia, hingga kini mendampingi 12 sekolah. Program ini terbukti memberikan dampak positif yang signifikan, terutama bagi guru dan kepala sekolah/madrasah. Keberhasilan mereka dalam mengimplementasikan praktik baik di sekolah, kepemimpinan, serta budaya literasi diabadikan dalam bentuk karya tulis oleh 25 guru yang berbagi pengalaman melalui tulisan.

Selain itu, Dompet Dhuafa Jogja juga aktif melestarikan budaya batik melalui program Sidomukti (Sinau Budoyo Lumantar Batik). Hasil karya batik dari guru dan siswa kini dikembangkan menjadi berbagai produk yang bernilai seni dan ekonomi.

Program Beasiswa Sahabat Bintang juga menjadi salah satu wujud komitmen Dompet Dhuafa Jogja untuk mendukung siswa-siswi berprestasi melalui fasilitas pendidikan dan pembinaan. Pada acara ini, siswa-siswi penerima beasiswa turut menampilkan bakat terbaik mereka.

Muhammad Zahron, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jogja, dalam sambutannya menyampaikan, karya buku dari 25 guru ini adalah bentuk produk literasi yang diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi pembacanya.

“Semoga hal ini memberikan manfaat untuk pendidikan menyambut generasi emas 2045,” ungkap Zahron.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi terhadap langkah nyata dari Dompet Huafa Jogja.

“Saya merasa bangga berada di hadapan para kepala sekolah dan guru hebat yang mampu menghasilkan buku yang luar biasa. Terima kasih kepada Dompet Dhuafa yang telah mendukung kami, guru, siswa, maupun sekolah. Semoga Dompet Dhuafa semakin berkah, bermanfaat, sukses, dan mampu menjangkau lebih banyak wilayah, baik di DIY, Indonesia, maupun dunia. Dengan lebih dari 460 sekolah dan 11.018 guru di Gunungkidul, saya berharap 12 sekolah ini menjadi inspirasi bagi yang lain.” ujar Nunuk.

Senada dengan itu, Kisworo, S.Pd., M.Pd., Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gunungkidul, menambahkan, penguatan literasi tidak bisa dilakukan sendirian. Dukungan dari berbagai pihak, seperti Dompet Dhuafa, sangat diperlukan.

“Penelitian membuktikan bahwa orang dengan tingkat literasi tinggi cenderung lebih bijaksana karena mampu menganalisis, bukan sekadar membaca.” terang Kisworo.

Acara ini juga dimeriahkan dengan talkshow bersama tiga perwakilan penulis dari 25 kontributor buku, yaitu:
1. Ngatina, S.Pd. (SD Muhammadiyah Sidorejo),
2. Nur Rahma Wati, S.Pd.I. (MI Muhammadiyah Blembem),
3. Yoyok Dwi Arian Zuhdi, S.Ag., M.Sc. (MIN 6 Gunungkidul).
Talkshow ini bertujuan untuk berbagi praktik baik dalam pendidikan, sehingga dapat menjadi inspirasi bagi banyak pihak. (Agus SW)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.