Layanan Perpustakaan Pusat Bergeser, Perpustakaan Desa Makin Tertatih-Tatih

1088

WONOSARI, Selasa Pon-Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) meminta, Perpustakaan mengembangkan teknologi informasi guna memastikan lembaga tersebut dapat dijangkau oleh masyarakat daerah. Layanan Perpustakaan Pusat dalam waktu dekat bisa berubah, sementara Perpustakaan Desa bisa makin tak berdaya.

Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Syarif Bando, dikutip dari http://rri.co.id/post/berita/494602/ menyatakan hal di atas, saat bertemu Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jakarta (23/2/2018) silam.

Syarif Bando menyatakan, tantangan perpustakaan saat ini tidak sebatas menarik pengunjung, namun juga memberikan akses jangkauan melalui internet. Dia menyebut aplikasi “INLISLite” yang dapat diunduh oleh masyarakat melalui ponsel.

Menurut Bando, Wapres JK juga berharap, Perpustakaan harus menanamkan sikap cinta terhadap buku kepada generasi muda, serta membangun peradaban dengan ilmu.

“Tantangan di era digital, perpustakaan tidak hanya mengubah paradigma, tetapi juga harus dirancang sesuai perkembangan teknologi informasi,” ujar Bando.

Dia juga mengungkapkan, Wapres JK mendorong Perpustakaan menarik minat pengunjung dengan menyelenggarakan lomba resensi buku, story telling (bercerita), guna menyeimbangkan ketertarikan generasi muda di tengah penggunaan media sosial.

Perpustakaan Nasional mudah saja bergeser mengikuti perkembangan teknologi, karena sumber dana disediakan di APBN. Perpustakaan Desa di Gunungkungdul, sangat berbeda. Saat ini banyak Perpusdes yang hidup segan mati tak mau karena terbentur SDM dan biaya operasional. Redaksi




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.