Lurah Hampir Pensiun Beli Mobil Baru Pinjam Duit BUMDES

1353

PATUK-JUMAT PAHING | Berawal dari rumor yang beredar di kalangan Tim Penggerak PKK. Desa, Sukardi, Lurah Desa Putat yang purna tugas 30 Oktober 2021 besok, meminta BUMDES membeli mobil operasional untuk Pemerintah Desa. Rumor itu dibantah Sukardi. Ketua Pengawas BUMDES, AY Barsono memberi penjelasan yang berbeda dengan pengakuan Lurah Sukardi. Begitu pula Pelaksana tugas harian Dirut BUMDES Kelurahan Putat, Lian. Keterangannya mematahkan rumor yang beredar.

“Rencana pembelian mobil itu sebelumnya telah dimusyawarahkan dengan Bamuskal (dulu BPD), ” kata Lurah Sukardi, tanpa menyebut kapan agenda itu dimusyawarahkan.

Lurah Sukardi juga tidak menjelaskan rancangan awal BUMDES memprogram pembelian mobil atau tidak.

“Lurah tdak boleh beli mobil. Itu murni usaha untuk mengembangkan usaha BUMDES,” bantah Sukardi.

AY. Barsono dalam kapasitas sebagai Ketua Badan Pengawas BUMDES sekaligus sebagai Ketua BAMUSKAL menyatakan bahwa pada Rancangan Kalurahan tidak ditemukan dokumen pembelian mobil. Begitu pula di Ranwal BUMDDES juga tidak diprogram.

“Saya mau selesaikan dalam kapasitas sebagai BP BUMDES. STNK mobil atas nama Sukardi. Jadi bagi saya yang penting uang BUMDes dikembalikan,” tuturnya.

Keterangan Lian, selaku Direktur Pelaksana Tugas Harian (Plt.) BUMDES makin memperjelas persoalan.

“Mohon maaf, BUMDES tidak membeli mobil operasional untuk BUMDES . Kami memberi dana pinjaman kepada Pak Lurah Sukardi, senilai Rp 168 juta. Kemarin sudah setor uang muka Rp 78 juta,” terang Lian via aplikasi WhatsApp, Kamis, 7-10-2021.

Menurut Plt Direktur BUMDES uang tersebut diproses sebagai pinjaman dengan agunan sertifikat tanah hak milik atas nama Sukardi.

Berdasarkan pengakuan sejumlah pamong, Lurah Sukardi saat ini telah menikmati mobil barunya.

Joko Priyatmo (Jepe) selaku pengamat pemerintahan desa menyatakan, Lurah Sukardi tidak melakukan pelanggaran apapun.

“Mengakses BUMDES itu hak dia selaku anggota. Yang menimbulkan persoalan, Sukardi tidak berterus terang. Mobil atas nama pribadi dia sebutkan sebagai atas nama BUMDES,” ujar Jepe.

Memang, kata Jepe, karena masalah waktu, ide meminjam uang ke BUMDES ada kesan bahwa Sukardi menggunakan sisa power sebagai Lurah. Ini yang tidak elegan. (Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.