MAHASISWA SELALU BERHASIL MENGGEDOR PINTU NASIB, TETAPI BELUM BISA MENEMBUS HAKEKAT NASIB

1863

Artinya banyak orang pintar yang berfikir kapitalistik, sementara tidak sedikit orang  yang berfikir komunistis. Mengutip pernyataan Cak Nun, cara berfikirnya komunis, tetapi sepak terjangnya kapitalis.

Untuk keluar dari dua ketiak tersebut seluruh elemen bangsa, atau  seluruh kaum harus berjibaku (hijrah) bersama. Jangan disalahartikan, berjibaku artinya kembali kepada fitroh bangsa maritim dan dan bangsa agraris.

VIDEO TERBARU :

Saya tidak  berarti menolak industrialisasi, tidak. Saya tidak membenci industrialisasi seperti pernah dilakukan Mahatma Gandi di India.

Saya taat pada perintah, jangan kamu membenci sesuatu, pada hal yang kamu benci itu ada kebaikan di dalamnya, cuma kamu saja yang tidak mengerti.

Kembali kepada perubahan nasib, tiba waktunya bangsa ini mengawal generasi yang memiliki akal budi dan pikiran.

Saya melihat, setiap zaman ada masalah, setiap generasi menghadapi kesulitan. Sesulit apapun pasti bisa diselesaikan, karena jalan keluar itu lahirnya bersama kesulitan itu sendiri. (Bambang Wahyu Widayadi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.