OPINI

MANUSIA BERHARAP PANDEMI BERDURASI PENDEK: TUHAN MAU DIPAKSA

PATUK-KAMIS LEGI | Tahun 1962, Pak Ngatima Guru SD Negeri Bunder II, mengajari murid-muridnya melantunkan tembang bertajuk Tangis Layung-Layung. Inti nyanyian Jawa itu merupakan tangisnya orang yang takut mati.

“Ana tangis layung-layung. Tangise wong Wedi mati. Gedhangana kuncenana, ora wurung angemasi,” begitu sepotong tembang yang diajarkan Pak Guru Ngatimo warga Nglampar, Nglegi, Patuk, Gunungkidul.

Tahun 2021 tangis layung-layung itu kembali berkumandang dalam format baru. Banyak orang takut mati karena pandemi.

Gedong yang diandalkan adalah vaksin dan protokol kesehatan super ketat. Antisipasi pandemi, kata para ahli bisa ditangkal hanya dengan prokes yang ketat. Banyak pihak tidak yakin omongan para ahli itu tepat.

Vaksinana prokesana, ora wurung akeh pralaya lan akeh pepati. Esuk lara sore mati, sore lara esuk tumekeng pejah #pageblug.

Lalu bagaimana? Manusia harus berhenti dari sikap menyombongkan diri, kata Sam Bimbo dalam tembang yang bertajuk Corona yang dipersembahkan untuk BNPB.

“Corona datang Tuhan mencuci dunia membungkam kesombongan manusia,” begitu Samsudin Hardjakusumah alias Sam Bimbo membuka tembang minor yang dirilis pada pertengahan 2020 silam.

Tempat ibadah semuanya ditutup, demikian Bimbo meneruskan lagu melankoliknya, manusia bingung cari pegangan.

Fakta di lapangan pegang jarum vaksin keliru, pegang prokes gak ada bukti bisa melawan ciptaan Tuhan selembut virus. Mau berpegang ke apa lagi?

“Corona datang bukanlah kebetulan. Mendidik kita untuk jadi salah,” ujar Bimbo.

Anak dan istri jabatan kekayaan semua itu bukan milik kita.

Angan dan raga teguhkan hati kami, Ya Tuhan selamatkan kami.

Bimbo mengajari manusia untuk menangis, tetapi yang terjadi para pejabat malah pada berebut materi jatah bagi orang-orang yang terancam maut.

Durasi Corona masih cukup panjang. Sampai pada waktunya manusia kehilangan kerabat dan menyaksikan mayat seperti sampah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, “Lalu mereka benar-benar dimusnahkan oleh suara yang mengguntur, dan Kami jadikan mereka (seperti) sampah yang dibawa banjir. Maka binasalah bagi orang-orang yang zalim.” (Al-Mu’minun, Surat ke-23: Ayat 41) (Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

5 jam ago

28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…

4 hari ago

“Adu Banteng” Vario Vs Supra dua Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

1 minggu ago

Gorok Leher Sendiri, Pria Asal Gunungkidul Ditemukan Tewas

SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…

1 minggu ago

Waspada! Diduga Ulah Maling, 3 Warga Nglipar Kehilangan Emas dan Uang Tunai

GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…

2 minggu ago

Adu Banteng CBR Vs Supra, Satu Korban Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SABTU WAGE, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Perempatan…

3 minggu ago