Mayor Sunaryanta Didaulat Menjadi Bapak Angkat Pembatik Gunungkidul

2261

WONOSARI, MINGGU WAGE-Kelompok pembatik sektor barat, tengah timur, dan selatan berkumpul di sentra Cyber Batik Manding (CBM), Padukuhan Kepek, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, Sabtu, (29/12). Di bawah payung CBM, mereka mendaulat, Mayor Sunaryanta menjadi bapak angkat seluruh perajin batik Gunungkidul.

Gunarto, salah satu tokoh Padukuhan Kepek, atas nama CBM meminta, agar Mayor Sunaryanta berkenan mengangkat batik Gunungkidul ke pelataran nasional.

Harapan tersebut dilatarbelakangi aspirasi pembatik pemula dari Desa Gari, Jelok, Ponjong dan Girisubo.

“CBM di bawah kendali Mas Guntur mulai mengembangkan sayap, membina paling tidak 15 kelompok. Langkah pembinaan tidak lepas dari keterbatasan dan kekurangan,” ujar Gunarto.

Oleh sebab itu menurutnya, tanpa campur tangan pihak ketiga (bapak angkat: red), perkembangan batik di Gunungkidul tidak akan seperti yang diharapkan.

Pada forum silatuahmi siang itu, Mayor Sunaryanta menerima usulan para pembantik, tanpa persyaratan apa pun.

“Saya akan bantu bapak ibu, tetapi tidak per individu, melainkan melalui kelompok CBM,” ujar Mayor Sunaryanta di depan 70 pembatik.

Persoalan teknis bantuan, lanjut Mayor Sunaryanta, sepenuhya berada di tangan management CBM.

“Selambat-lambatnya Februari 2019, kekurangan fasilitas itu bisa bapak ibu nikmati,” kata Mayor Sunaryanta.

Silaturahmi siang itu benar-benar santai, karena dilaksanakan di rumah limas terbuka, menggelar tikar, semua duduk lesehan.

Tidak ada pejabat tingkat Kabupaten yang hadir, dalam kesempatan tersebut, karena bukan acara formal. Satu anggota DPRD Gunungkidul hadir, tetapi atas nama pribadi.

Acara silaturahmi ditutup dengan makan bersama. Sebelum bubar, seluruh peserta diminta memilih dan membawa pulang kain batik produk CBM.

“Total harga kain batik itu tidak kurang dari Rp 15 juta. Seluruhnya diborong Pak Sunaryanta,” ujar Ketua CBM, kepada media. (Agung)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.