EKONOMI

Memasuki Bulan Puasa, Harga Bahan Pokok Mulai Meningkat

WONOSARI-RABU PON | Jelang hari puasa, sejumlah harga kebutuhan pokok di Gunungkidul mulai mengalami kenaikan. Kenaikan harga paling tinggi terjadi pada komoditas daging dan cabai.

Kenaikan harga sejumlah bahan pokok tersebut diprediksi lantaran banyaknya permintaan warga yang dibarengi dengan berkurangnya jumlah stok barang

Salah satunya terjadi di Pasar Argosari Wonosari. Sejumlah harga komoditas bahan pokok mulai mengalami kenaikan, seperti daging ayam, daging sapi, bawang putih, bawang merah, juga cabai.

Daging ayam misalnya, semula Rp 28 ribu, saat ini dijual dengan harga Rp 32 ribu perkilogramnya. Sedangkan untuk daging sapi kualitas terbaik, kini dijual dengan harga Rp 130 ribu perkilogramnya yang sebelumnya hanya berkisar Rp 110 ribu perkilogram.

“Kalau harga bawang merah sekarang dijual dengan harga Rp 30 ribu perkilogramnya, padahal kemarin antara Rp 26 ribu rupiah,” kata salah seorang pembeli, Niken Wijayanti, Rabu (07/04/2021) siang.

Menurut Niken, kenaikan paling tinggi diakui terjadi pada komoditas cabai. Untuk cabai rawit merah sekarang dijual dengan harga Rp 120 ribu dari harga sebelumnya Rp 80 ribu perkilogramnya. Sedangkan untuk cabai hijau, dijual dengan harga Rp 34 ribu yang sebelumnya hanya Rp 25 ribu rupiah perkilogramnya.

Niken mengaku, kenaikan harga ini berdampak pada perekonomiannya. Ia terpaksa memutar otak guna menghemat uang belanja.

“Saya harap pemerintah bisa membantu mengendalikan harga bahan pokok,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu pedagang Pasar Argosari, Sugiyanti mengatakan, kenaikan mulai dirasakan sejak 3 minggu terakhir, lantaran dipicu banyaknya permintaan dari para pembeli yang dibarengi dengan berkurangnya jumlah barang di pasaran.

Selain itu, cuaca buruk yang terjadi menyebabkan sejumlah petani mengalami gagal panen serta pengiriman yang terhambat. Dampak langsung yang dirasakan oleh para pedagang dengan kenaikan harga tersebut yakni menurunya daya beli masyarakat.

“Pedagang tidak berani menyetok barang secara banyak karena takut terjadi pembusukan,” katanya.

Pembeli maupun pedagang berharap, pemerintah memiliki solusi guna mengantisipasi hal tersebut. Memasuki bulan puasa, kenaikan harga ini diperkirakan akan terus terjadi. (Heri)

infogunungkidul

Recent Posts

KKN IPB Kenalkan Program Tani Hayati di Gunungkidul

WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…

18 jam ago

Polda DIY Raih Penghargaan 12 Satker Predikat Pelayanan Prima & Zona Integritas

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…

7 hari ago

Kakek 70 Tahun Gantung Diri di Pohon Jambu Mete

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta,  M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…

7 hari ago

Scoopy Tabrak Ambulan PMI, Satu Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…

7 hari ago

Mobil Brimob Polda DIY Terserempet KA Bandara

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…

7 hari ago

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Peringkat Tertinggi PTKIN di Indonesia

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…

1 minggu ago