Memasuki Bulan Puasa, Harga Bahan Pokok Mulai Meningkat

105

WONOSARI-RABU PON | Jelang hari puasa, sejumlah harga kebutuhan pokok di Gunungkidul mulai mengalami kenaikan. Kenaikan harga paling tinggi terjadi pada komoditas daging dan cabai.

Kenaikan harga sejumlah bahan pokok tersebut diprediksi lantaran banyaknya permintaan warga yang dibarengi dengan berkurangnya jumlah stok barang

Salah satunya terjadi di Pasar Argosari Wonosari. Sejumlah harga komoditas bahan pokok mulai mengalami kenaikan, seperti daging ayam, daging sapi, bawang putih, bawang merah, juga cabai.

Daging ayam misalnya, semula Rp 28 ribu, saat ini dijual dengan harga Rp 32 ribu perkilogramnya. Sedangkan untuk daging sapi kualitas terbaik, kini dijual dengan harga Rp 130 ribu perkilogramnya yang sebelumnya hanya berkisar Rp 110 ribu perkilogram.

“Kalau harga bawang merah sekarang dijual dengan harga Rp 30 ribu perkilogramnya, padahal kemarin antara Rp 26 ribu rupiah,” kata salah seorang pembeli, Niken Wijayanti, Rabu (07/04/2021) siang.

Menurut Niken, kenaikan paling tinggi diakui terjadi pada komoditas cabai. Untuk cabai rawit merah sekarang dijual dengan harga Rp 120 ribu dari harga sebelumnya Rp 80 ribu perkilogramnya. Sedangkan untuk cabai hijau, dijual dengan harga Rp 34 ribu yang sebelumnya hanya Rp 25 ribu rupiah perkilogramnya.

Niken mengaku, kenaikan harga ini berdampak pada perekonomiannya. Ia terpaksa memutar otak guna menghemat uang belanja.

“Saya harap pemerintah bisa membantu mengendalikan harga bahan pokok,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu pedagang Pasar Argosari, Sugiyanti mengatakan, kenaikan mulai dirasakan sejak 3 minggu terakhir, lantaran dipicu banyaknya permintaan dari para pembeli yang dibarengi dengan berkurangnya jumlah barang di pasaran.

Selain itu, cuaca buruk yang terjadi menyebabkan sejumlah petani mengalami gagal panen serta pengiriman yang terhambat. Dampak langsung yang dirasakan oleh para pedagang dengan kenaikan harga tersebut yakni menurunya daya beli masyarakat.

“Pedagang tidak berani menyetok barang secara banyak karena takut terjadi pembusukan,” katanya.

Pembeli maupun pedagang berharap, pemerintah memiliki solusi guna mengantisipasi hal tersebut. Memasuki bulan puasa, kenaikan harga ini diperkirakan akan terus terjadi. (Heri)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.