EKONOMI

Selamatkan Batik Khas Bobung Masa Pandemi

PATUK-RABU PON | Masa pandemi berdampak besar bagi sejumlah sektor pariwisata, bahkan tak sedikit pengusaha gulung tikar akibat Covid-19. Beberapa dari mereka mencoba untuk dapat bertahan.

Di Kalurahan Patuk, Kapanewon Patuk, misalnya wilayah yang identik dengan pariwisata Gunung Api Purba Nglanggeran.

Selain Wisata Nglanggeran, di wilayah Kapanewon Patuk, khususnya di Padukuhan Bobung dan Batur, banyak dijumpai pengusaha kerajinan.

Dua wilayah pedukuhan tersebut cukup menonjol dengan kerajinan batiknya dengan media topeng kayu.

Batik topeng kayu cukup tersohor, bahkan menjadi salah satu komoditi ekspor ke mancanegara yakni Belanda dan Amerika Serikat.

“Pandemi yang menerpa sejak setahun silam membuat distribusi kerajinan tersendat, sehingga penghasilan warga jadi berkurang, hingga akhirnya mereka terpaksa beralih ke sektor usaha lain,” kata Kepala Seksi (Kasi) Kesejahteraan (Ulu-ulu) Kalurahan Putat, Agus Aprianto, Rabu (07/04/2021) siang.

Menurut Agus, untuk tetap bertahan banyak warga yang akhirnya beralih ke peternakan, berdagang maupun usaha lainnya.

Kini, Agus berujar, Kalurahan Putat tengah berupaya menyelamatkan kerajinan khas tersebut. Kelompok pengrajin batik diarahkan untuk mencoba dengan media lain yang lebih konvensional.

Saat ini Menurut Agus, motif batik topeng digoreskan di kain dengan canting. Selain metode tulis, pihaknya juga mengarahkan agar motif batik topeng dibuat dengan teknik cap. Motif yang digunakan tentu ciri khas wilayah setempat, yaitu (Topeng Panji).

“Topeng Panji menjadi karakteristik paling khas dari Bobung dan Batur,” ujarnya.

Tak hanya motifnya saja, proses pembuatan topeng kayunya sendiri masih dikerjakan secara tradisional. Pengukiran hingga pembuatan motif batik sepenuhnya dibuat dengan tangan. Itulah yang membuat Batik Topeng Bobung dan Batur dinilai memiliki kualitas tinggi.

“Bisa dibilang Topeng Panji ini hanya ada di Putat, nyaris tak ada di desa lain,” jelas Agus.

Agus berharap dengan pendampingan ini, batik turun-temurun sejak tahun 1990-an tersebut tetap eksis. Sekaligus berupaya melestarikan tradisi asli warga setempat, sehingga produksi batik motif topeng ini bisa berkelanjutan. Artinya bisa memunculkan peluang usaha baru bagi warga setempat, selain membuat topeng kayu. (Heri)

infogunungkidul

Recent Posts

KKN IPB Kenalkan Program Tani Hayati di Gunungkidul

WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…

19 jam ago

Polda DIY Raih Penghargaan 12 Satker Predikat Pelayanan Prima & Zona Integritas

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…

7 hari ago

Kakek 70 Tahun Gantung Diri di Pohon Jambu Mete

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta,  M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…

7 hari ago

Scoopy Tabrak Ambulan PMI, Satu Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…

7 hari ago

Mobil Brimob Polda DIY Terserempet KA Bandara

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…

7 hari ago

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Peringkat Tertinggi PTKIN di Indonesia

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…

1 minggu ago