WONOSARI – Kamis Kliwon | Dihitung mundur, setahun kedepan, 600 lebih warga Gunungkidul akan menyerahkan kekuasaannya kepada pemimpin yang memenuhi kategori pemimpin yang mengerti kalau dirinya mengerti.
Menganalogi pikiran Imam Gozali, ada 4 jenis manusia (pemimpin), dan itu hanya satu yang paling memenuhi syarat untuk diserahi kedaulatan untuk memimpin rakyat.
LANGIT POLITIK BERGETAR: SELEMBAR FOTOKOPI KTP SENILAI 1 MILIAR RUPIAH
Pertama, Rojulun Yadri wa Yadri Annahu Yadri (Seseorang yang tahu (berilmu), dan dia tahu kalau dirinya tahu).
Orang ini masuk kategori ‘alim (mengetahui). Orang seperti ini patut diikuti, dalam konteks diserahi kedaulatan / kekuasaan sebagai pemimpin.
Dia tahu kalau dirinya berilmu, dan dia menggunakan ilmunya agar bermanfaat bagi dirinya, orang sekitar, bahkan bagi seluruh umat manusia.
Kedua, Rojulun Yadri wa Laa Yadri Annahu Yadri (seseorang yang tahu (berilmu), tetapi dia tidak tahu kalau dirinya tahu).
Manusia model ini ibarat orang yang sedang tertidur. Dia adalah manusia yang memiliki ilmu dan kecakapan, tapi dia tidak pernah menyadari kalau dirinya memiliki ilmu dan kecakapan itu.
Ketiga, Rojulun Laa Yadri wa Yadri Annahu Laa Yadri (seseorang yang tidak tahu (tidak atau belum berilmu), tapi dia tahu alias sadar kalau dia tidak tahu).













