WONOSARI, KAMIS WAGE-Masyarakat milenial memiliki kebebasan berekspresi secara tertulis. Budaya lisan tatap muka terdesak, bukan karena tidak penting, tetapi semata-mata karena persoalan ruang dan waktu.
Mengungkapkan perasaan secara tertulis di media sosial, apa pun jenis medianya, memiliki daya jangkau lintas dunia. Bahasa yang digunakan sangat bervariasi, tergantung kedalaman pengetahuan si penulis.
Satire, tulis Dick Hartoko, pada Pemandu di Dunia Sastra, merupakan bentuk puisi Latin penuh homor, menyoroti kelemahan seseorang atau kelemahan dalam masyarkat.
Lebih umum, demikian Pater Dick bilang, sebuah karya sastra yang mengajarkan moral, mengritik keadaan secara karikatural.
Tulisan berbentuk satire, belakangan banyak bermunculan di media sosial, meski tidak satu pun pemerhati sastra memasukkannya ke dalam karya literer.
Bahasa yang dipergunakan sangat prosaik (bebas) tidak terikat seperti halnya di dalam karya puisi.
Rupanya, para netizen lebih tertarik pada bahasa yang lugas, ekspresif apa adanya. Itu terbukti, tanggapan mereka ceplas-ceplos penuh kelakar, bahkan banyak yang justru mempertajam olok-olok peradaban yang sedang bergulir di masyarakat.
“Mengabdi kepada rakyat itu merupakan pernyataan yang salah kaprah. Yang benar mengabdi kepada Tuhan, melalui rakyat,” ini contoh satire prosa yang belakangan menghangat.
Ada pula: Bekerja, apa pun jenisnya, harus dilandasi niat ibadah. Memangku jabatan, sekecil apa pun, endingnya untuk mengurangi dosa, bukan menambah.
Statemen satire prosaik seperti itu lebih disukai ketimbang ungkapan perasaan yang bersifat sangat individual yang out of konteks.
Faktanya, prosa satiris, tidak menyakiti siapapun. Salam satire. Bambang Wahyu Widayadi
YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) menggelar wisuda Program Pascasarjana Periode I Tahun…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, Kepolisian Daerah (Polda) DI. Yogyakarta menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, SEBANYAK 876 mahasiswa Negeri Yogyakarta (UNY) mengikuti wisuda lulusan program Doktor,…
BANTUL - RABU PON, SEORANG pria berinisial AS (34) warga Panggang, Gunungkidul, ditangkap polisi usai…
GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…
GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…